Tak banyak waktu tersisa sebelum Piala Sudirman dimulai. Semangat, motivasi, tekad, semua dikumpulkan pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia sebelum bermain di turnamen itu.
Talent wins games, but teamwork wins Sudirman Cup. Dengan kalimat terpampang pada kostum, para pemain turun dalam simulasi Piala Sudirman di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu lalu. Hanya tinggal beberapa hari, sebelum menginjak tanggal 19 Mei, mereka berlatih lalu berangkat ke Kuala Lumpur.
PB PBSI pun ikut "memanaskan" suasana dengan mengumumkan bahwa publik boleh menonton langsung secara dadakan. Tapi, bukan karena penonton jika para pemain tampil habis-habisan dalam simulasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pinggir lapangan, Rexy Mainaky tidak kalah keras. Pria yang dulu terkenal bersama pasangan ganda putra-nya, Ricky Subagja, itu tegas tanpa ampun.
Dia menganut sistem reward and punishment dalam penentuan skuad tim. Menyertakan pemain paling fit dan punya penampilan konsisten di kejuaraan serta meninggalkan pemain cedera dan tampil ala yoyo. Sudah begitu, Rexy berani tak memanggil pemain di luar pelatnas.
"Memang nama-nama yang masuk ini keluar dari rencana kami. Tapi kami juga harus melihat siapa yang paling siap," kata Rexy.
Di antara nama-nama pemain tersebut, hanya Liliyana Natsir dan Greysia Polii yang punya banyak pengalaman pada ajang beregu. Dua tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso, ditinggalkan karena tak bersinar tahun ini.
Nomor tersebut justru dipercayakan kepada Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka, yang peringkatnya masih di bawah Sony dan Simon.
Bagaimana kiprah pelatnas sebelum berangkat ke Kuala Lumpur? Simak ulasan selengkapnya di Harian Detik. (Klik di sini)
(roz/a2s)











































