Gala dinner untuk atlet peserta Indonesia Open 2013 digelar di Hotel Sultan, Jakarta. Panitia memilih batik untuk menjadi tema jamuan makan malam tersebut, dan acara yang dipandu oleh VJ Daniel Mananta dan Nirina Zubir ini pun bertaburan para atlet yang mengenakan busana khas Indonesia tersebut.
Salah satu yang 'eye catching' adalah pebulutangkis cantik dari Denmark, Christinna Pedersen. Peraih medali perunggu Olimpiade 2012 itu datang bersama pasangannya Joachim Fischer Nielsen. Taufik Hidayat, yang menjadikan Indonesia Open 2013 ini sebagai turnamen terakhir dalam karir bulutangkis profesionalnya juga datang dalam balutan batik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maneepong Jongjit (Thailand) menyambut dengan senang dengan acara tersebut. Ia mengaku tidak masalah jika harus mengenakan batik karena di tempat kelahirannya, Bucket, Tahiland juga ada busana dengan corak batik.
"Saya pernah pakai batik sebelumnya, waktu saya kecil. Tempat kelahiran saya juga ada yang busana dengan corak seperti ini. Jadi saya biasa saja," katanya seraya tersenyum.
Senada dengan Jongjit, Edi Subaktiar pemain Indonesia nomor ganda campuran, juga merasakan hal yang sama. "Acara ini bagus banget karena sekalian kenalin budaya Indonesia juga ke atlet luar negeri," ujarnya.
Apalagi, sambung dia, di acara turnamen terbuka di luar negeri jarang yang melakukan konsep seperti yang Indonesia lakukan. "Kalau di luar negeri itu cuma makan-makan biasa. Ada sih ngenalin budaya, tapi tidak sematang di Indonesia," katanya.
Ia pun berharap batik bisa lebih menular ke semua lapisan masyarakat. tak terkecuali atlet dalam maupun luar negeri. "Soalnya sudah banyak macam dan modelnya juga bagus-bagus. lebih modern".
Selain penampilan batik para pebulu tangkis itu, gala dinner juga diramaikan dengan tarian Kecak. Aksi tarian khas bali tersebut membuat banyak pebulutangkis asing terpikat.
Di sisi lain, ada beberapa atlet juga yang mengikuti sesi pembuatan batik. Salah satunya ganda putri Melati Daiva Oktaviani (Indonesia). Dia terlihat asik memperhatikan apa yang diajarkan oleh pebatik. "Iya senang banget bisa coba ikutan buat batik," kata Melati.
Selain atlet dan ofisial, hadir pula dalam acara tersebut Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Gita Wirjawan dan Ketua Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) Poul Erik Hoyer.
(mcy/din)











































