Taufik Bicara Soal Karier dan Pencapaiannya

Taufik Bicara Soal Karier dan Pencapaiannya

Meylan Fredy Ismawan - Sport
Kamis, 13 Jun 2013 06:58 WIB
Taufik Bicara Soal Karier dan Pencapaiannya
ANTARA/Ismar Patrizki
Jakarta -

Taufik Hidayat bercerita soal suka duka yang dia alami selama berkarier sebagai seorang pebulutangkis. Taufik juga mengomentari pencapaian dalam kariernya.

Taufik adalah salah satu pebulutangkis paling sukses yang pernah dimiliki Indonesia. Hampir semua gelar bergengsi di dunia, baik dari nomor individu maupun beregu, pernah dia menangi.

Pemain kelahiran Bandung itu pernah mendapatkan medali emas SEA Games, Asian Games, sampai Olimpiade. Dia juga pernah jadi juara Asia dan dunia. Turnamen papan atas seperti Indonesia Open bahkan sudah dia menangi enam kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, perjalanan Taufik kini sudah berakhir. Dia resmi pensiun setelah dikalahkan Sai Praneeth B. di babak pertama Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013, Rabu (12/6/2013).

"Saya masih ingat, ketika umur 14 tahun, saya disuruh memilih sama orang tua. Mau sekolah atau melanjutkan bulutangkis. Itu yang paling susah menentukan. Karena orang tua bilang 'kalau mau jadi atlet, ya jadilah yang terbaik. Jangan setengah-setengah. Kalau mau sekolah ya sekolah. Jangan dua-duanya.' Itu yang paling berat di kala remaja, saya harus memutuskan," kenang Taufik.

"Kalau susahnya ya paling awal-awal masuk pelatnas harus latihan berat. Senangnya ya kalau juara lebih senang. Mungkin saya salah satu yang paling senang karena dibandingkan dengan atlet yang lain saya yang paling banyak gelarnya," tambahnya.

"Mungkin orang-orang bilang saya kontroversi, yang vokal, yang bandel, tapi semua saya buktikan dengan prestasi. Itu yang bikin saya senang. Tapi, jeleknya saya jangan dicontoh. Contohlah prestasinya," kata Taufik, yang kini berusia 31 tahun.

Melihat puluhan gelar yang telah dia menangi sepanjang kariernya, apakah Taufik merasa puas?

"Kalau puas, orang tuh nggak ada puasnya. Mau lagi, mau lagi. Tapi, nggak bisa semua yang kita mau Tuhan kasih. Kita hanya bisa berusaha," ujar Taufik.

"Tapi, saya bersyukur dengan apa yang sudah saya dapat, mulai dari SEA Games dua kali, Asian Games dua kali, Thomas Cup, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, terutama Indonesia Open. Yang lainnya mungkin sama-sama aja ya. Maksudnya, kayak All England saya memang belum, tapi sama saja dengan Indonesia Open, cuma beda nama saja," tuturnya.

(mfi/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads