Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013 menjadi turnamen terakhir yang diikuti oleh Taufik. Sayangnya, dia tak bisa melaju jauh atau jadi juara di turnamen pamungkasnya tersebut. Dia langsung kandas di babak pertama setelah kalah dari pemain India Sai Praneeth B.
Chong Wei adalah salah satu rival terbesar Taufik. Mereka berdua telah berhadapan sebanyak 20 kali dan Chong Wei sampai saat ini unggul 13-7.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang kenal Taufik Hidayat. Kami kawan baik. Di lapangan kami lawan, tapi di luar kami teman," ujar Chong Wei di Istora Senayan, Minggu (16/6/2013).
"Saya tahu ini memang kompetisi terakhir untuk Taufik. Dia punya Taufik Hidayat Arena. Saya harap dia bisa mencoba melakukan yang terbaik untuk bulutangkis Indonesia," tambah pemain Malaysia ini.
"Kalau dia pensiun, saya ikut kecewa juga," akunya.
"Taufik lebih dulu melejit daripada saya. Awalnya saya termotivasi untuk mengalahkan dia. Saya kerja lebih keras, lebih kuat, akhirnya saya bisa mengalahkan dia," tutur Chong Wei.
"Sekarang dia pensiun, ada waktunya juga saya akan pensiun," katanya.
Chong Wei juga berharap Indonesia tetap tangguh di nomor tunggal putra kendati Taufik sudah gantung raket.
"Setelah Sony (Dwi Kuncoro) dan Simon (Santoso), sekarang ada Tommy (Sugiarto) dan Hayom (Rumbaka). Saya harap mereka bisa berkembang lagi. Setelah Taufik pensiun, semoga pemain-pemain junior Indonesia juga lebih bagus," ujarnya.
(mfi/rin)











































