"Ball Models" Jadi Kontroversi

Tenis Madrid Masters

"Ball Models" Jadi Kontroversi

- Sport
Kamis, 21 Okt 2004 10:55 WIB
Jakarta - Kontroversi pemakaian model fashion sebagai pemungut bola terus berlanjut. Pihak penyelenggara turnamen Madrid Masters memutuskan untuk mempertahankan "ball models" nan seksi itu. Inovasi baru yang dilakukan pada peran tukang pungut bola atau ball boy --dalam tenis jarang dipakai istilah ball girl-- dengan memakai para model memicu pendapat-pendapat yang saling bertabrakan.Ada yang setuju memakai wanita-wanita berkaki jenjang itu sebagai pemungut bola, namun ada juga yang tidak menyukai ide itu karena dianggap mengdiskreditkan wanita. Yang uniknya lagi, ada yang setengah-setengah beropini. Itu terjadi pada Andre Agassi. Menurut bintang Amerika Serikat ini, ball model bisa membuyarkan konsentrasinya, tapi di sisi lain ia menyarankan agar rok yang dipakai sang model diperpendek agar bisa lebih cepat mengejar bola.Protes keras datang dari Menteri HAM Spanyol Soledad Muriilo yang meminta inovasi itu distop. Baginya tidak pantas wanita menjadi objek dekorasi dan hiburan untuk mengejar keuntungan. Jika Murillo kesal karena pendeskreditan wanita, maka lain hal dengan seorang anak yang mengaku biasa menjadi bal boy. Kepada surat kabar lokal Marca, ia kesal karena para model itu menggusur pekerjaannya. Apalagi model itu dibayar untuk tugasnya sebagai ball boy."Kami hanya diberi sandwich, sementara mereka (model) mendapatkan upah," protes ball boy itu.Menghadapi protes itu, Direktur Turnamen Manolo Santana tidak kalah keras mempertahankan ball model. Menurutnya, jika tugas yang dilakoni para model itu baik, mengapa harus diganti. "Dalam tiga hari ini mereka tidak membuat kesalahannya. Maka dari itu para model tetap dipertahankan," tandas Montana.Sementara itu, salah satu pihak penyelenggara, Gerard Tsobanian, menjelaskan ide ball model itu bukanlah datang dari pihak turnamen, melainkan dari Direktur ATP (Association of Tennis Professionals) Mark Miles.Pada final tahun lalu, Miles berimbuh keinginannya untuk bisa menarik penonton dari kalangan wanita. Iapun menyarankan untuk menggunakan model pria untuk jadi ball boy."Kami ingin ada yang baru. Kami ingin ada penonton wanita di turnamen ini, kenapa kita tidak menggunakan model pria," imbuh Miles.Berawal dari ide itu, penyelenggara ternyata lebih ingin menaikkan glamor turnamen tenis putra. Alhasil, tentu lebih menarik jika memakai model wanita.Di Madrid Masters, 25 model dari usia 19 hingga 28 tahun dilibatkan. Sebelum turun sebagai ball boy, mereka diberikan pengarahan tentang tenis. "Kebanyakan mereka (model) tidak mengerti apa-apa tentang tenis. Kami harus menjelaskan kepada mereka dari awal," jelas seorang panitia. Memakai tank top ketat dan rok selutut, para model ini terbukti menarik banyak perhatian. Tak hanya kalangan pecinta tenis, menteri pun ikut memberi perhatian. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads