Rasakan Tekanan, Murray Tetap Rileks

Wimbledon

Rasakan Tekanan, Murray Tetap Rileks

- Sport
Rabu, 03 Jul 2013 12:35 WIB
Rasakan Tekanan, Murray Tetap Rileks
(Getty Images/Peter Macdiarmid)
London - Perjalanan Andy Murray di Wimbledon 2013 ini tak lepas dari tekanan yang didapatnya dari publik Inggris Raya. Kendati demikian, petenis rangking dua dunia itu tetap rileks.

Langkah Murray di Wimbledon kali ini sudah sampai babak perempatfinal. Di babak delapan besar, Murray akan menghadapi petenis Spanyol, Fernando Verdasco, Rabu (3/7/2013).

Murray menjadi satu-satunya petenis Inggris Raya yang masih tersisa di Wimbledon kali ini. Di bagian putri, Laura Robson sudah terhenti di babak keempat. Maka publik tuan rumah pun menaruh harapannya pada Murray.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, Murray juga diharapkan bisa mengakhiri penantian Inggris Raya akan juara Wimbledon selama 77 tahun. Petenis Inggris Raya pria terakhir yang jadi juara di Wimbledon adalah Fred Perry di tahun 1936.

Murray sadar betul pada tekanan-tekanan yang dihadapinya itu. Namun melihat capaiannya yang bagus di Wimbledon--tahun lalu dia menembus final--peraih emas Olimpiade 2012 itu pun tetap rileks dalam mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya.

"Selalu ada tekanan di turnamen ini dan itu semakin berkembang di setiap pertandingan," tutur Murray seperti dikutip Sky Sports.

"Tapi aku sudah menghadapi itu selama karierku. Aku sudah bermain baik di Wimbledon. Ini jadi slam di mana aku paling konsisten," lanjut petenis 26 tahun itu.

"Jadi itu sebagian bergantung pada permukaan lapangan dan bagaimana menikmati bermain di depan pendukung sendiri dan bisa menyingkirkan semua (tekanan). Aku bekerja sangat keras untuk memberi diriku sendiri kesempatan terbaik untuk tampil bagus di sini," katanya.

(nds/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads