Lisicki mencapai partai puncak setelah mengatasi perlawanan unggulan keempat, Agnieszka Radwanska, Kamis (4/7/2013). Petenis Jerman itu menang lewat duel ketat sepanjang tiga set yang berakhir dengan skor 6-4, 2-6, 9-7.
Bagi Lisicki, ini adalah kali pertama dia lolos ke final sebuah turnamen Grand Slam. Sebelumnya, pencapaian terbaiknya di Grand Slam adalah ketika lolos ke semifinal Wimbledon 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada tempat yang lebih baik untuk memainkan final Grand Slam pertama saya karena saya sudah bermimpi menjadi juara Wimbledon sejak saya masih kecil," aku Lisicki di situs resmi turnamen.
"Pertama kali saya di sini -- saya lupa kapan -- saya langsung jatuh cinta dengan Wimbledon. Saya selalu ingin main di sini," sambung dara berusia 23 tahun ini.
"Saya selalu bermimpi untuk bermain di Centre Court dan memenangi turnamen. Atmosfernya sangat spesial. Sangat menyenangkan mendapatkan dukungan dari penonton. Tak ada perasaan yang lebih baik di dunia ini daripada memiliki hal tersebut di Centre Court yang indah," ujar Lisicki.
Sebelum keberhasilannya menembus final Wimbledon, Lisicki sebenarnya harus melalui masa-masa sulit. Kariernya sempat terancam ketika dia mendapatkan cedera engkel serius pada tahun 2010.
Cedera engkel tersebut tak hanya membuat Lisicki harus absen bermain selama lima bulan. Peringkatnya juga merosot drastis dan dia terlempar ke luar 150 besar dunia.
Masa-masa rehabilitasi juga tak mudah dilalui oleh Lisicki. Dia sampai harus belajar berjalan lagi.
"Saya masih ingat ketika dokter mengatakan kepada saya bahwa saya harus memakai kruk selama enam pekan ke depan. Saya bilang, 'Oke, kapan saya bisa kembali?' Itulah pertanyaan pertama saya," kenang Lisicki.
"Periode itu menjadikan saya orang yang jauh lebih kuat dan... saya tahu segalanya mungkin setelah sata belajar bagaimana untuk berjalan lagi," ujarnya.
Lebih lanjut lagi, Lisicki juga mengaku terinspirasi kisah atlet ski Austria, Hermann Maier. Maier mengalami kecelakaan motor pada tahun 2001 dan kakinya nyaris diamputasi, tapi kemudian bangkit dan memenangi Kejuaraan Dunia dan medali perak Olimpiade.
"Saya membaca bukunya ketika saya cedera. Anda tahu, hampir kehilangan kakinya dan kemudian bangkit dan menjadi juara dunia dalam olahraga dia, saya pikir itu adalah kisah yang sulit dipercaya," kata Lisicki, yang kini menempati peringkat 24 dunia.
(mfi/nds)











































