Srdjan mengatakan bahwa Nadal dan Federer cemburu dengan kesuksesan yang diraih putranya dalam beberapa tahun belakangan, yang menjuarai lima dari delapan grand slam. Pada prosesnya, Djokovic beberapa kali melewati hadangan dua mantan petenis rangking satu dunia tersebut.
"Federer barang kali masih petenis terbaik di dalam sejarah tapi sebagai seorang pria, dia kebalikannya," ucap Srdjan kepada harian Serbia, Kurir, pada pekan ini mengenai Federer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nadal tadinya adalah sahabat Novak ketika dia menang. Ketika semuanya berubah, mereka tidak lagi jadi teman. Ini bukan olahraga. Novak menilai dia temannya, tapi yang lain tidak," kata Srdjan mengenai Nadal.
Nadal membantah tudingan dari Srdjan. Meski rivalitas keduanya masih panas, namun hubungannya dengan Djokovic baik-baik saja seperti sedia kala.
"Ayah Djokovic seharusnya berbicara kepada putranya," sahut Nadal yang dikutip Livetennis.com. "Hubunganku dengan Novak selalu bagus dan masih seperti itu sampai sekarang."
"Aku pernah kalah dari Novak dalam banyak kesempatan dan dia denganku tidak pernah memiliki masalah," imbuh peraih 12 titel grand slam ini.
Secara keseluruhan, Nadal masih memimpin 20-15 atas Djokovic. Akan tetapi, sejak 2011 Djokovic unggul 8-4 dari petenis Spanyol ini. Keduanya berpeluang bertemu dalam waktu dekat di turnamen Rogers Cup di Kanada yang dimulai akhir pekan ini.
(rin/krs)











































