Liliyana yang menggondol gelar juara dunia 2005 dan 2007 tak lagi tampil bersama Nova Widianto. Pemain kelahiran Manado yang akrab disapa Butet itu sudah mengganti pasangannya itu dengan dengan Tontowi Ahmad.
Hendra yang merajai ganda putra pada kejuaraan dunia 2007 bersama Markis Kido juga sudah bercerai. Kini, Hendra duet dengan Muhammad Ahsan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta tersebut menjadi bukti regenerasi pemain yang lambat. Utak-atik pasangan belum menunjukkan hasil signifikan.
Terkait regenerasi, Liliyana yang sudah menjadi tumpuan untuk di nomor ganda sejak tahun 2004, ingin segera ada juniornya yang bisa menggantikan posisinya.
"Saya ingin ada pengganti secepat mungkin. Jadi, regenarasi di mixed double itu tidak putus. Setelah saya dengan Nova, lalu ada saya dengan Tontowi. Tapi, semoga setelah dari saya ada yang menggantikan," kata Liliyana dalam perbincangan dengan detikSport.
"Di ganda campuran ada banyak yang bagus, ada Irfan (Fadhilah)/Weni (Anggraini), Riky (Widianto)/Richi (Dili Puspita), dan juga (M.) Rijal/Debby (Susanto)."
"Tapi, semua masih proses karena masih belum banyak pengalaman. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah mulai kelihatan," imbuhnya.
Hasrat Juara Dunia bersama Tontowi
Kesuksesan saat berpasangan dengan Nova ketika menjadi juara dunia tahun 2007, kemudian menjadi target yang di bidik oleh Liliyana dalam kejuaraan dunia yang berlangsung di Guangzhou, pada 5-11 Agustus mendatang.
Kendati sudah pernah memenangi berbagai turnamen Superseries bersama Tontowi seperti gelar All England 2012 dan 2013, Liliyana menyebut kejuaraan dunia masih memiliki gengsi tersendiri."Untuk kejuaraan dunia, semua atlet pasti punya motivasi lebih untuk menjadi pemenang. Bersama Nova saya pernah dua kali menjadi juara, sementara bareng Owi (sapaan karib Tontowi) belum pernah," ungkap Liliyana.
"Tapi, untuk saat ini yang penting step-by-step. Jangan langsung berpikir menjadi juara dunia. Hari ini melawan siapa, tetap fokus agar bisa memetik hasil terbaik. Semoga dengan latihan berat yang sudah dijalani diberi jalan yang lapang untuk menang," harapnya.
Sementara itu, Nova sudah gantung raket. Pemain kelahiran Klaten, Jawa Tengah, itu menjadi pelatih sektor ganda campuran pelatnas PBSI.
Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, pernah mengungkaplkan bahwa tak mudah mendapatkan pasangan yang siap tempur di level internasional. Sebelum menjadi juara All England 2012 bersama Tontowi, Liliyana sempat digandengkan dengan Muhammad Rijal.
"Saya berharap Liliyana bisa kembali menjadi juara dunia. Kondisinya sedikit mirip dengan saat kami menjadi juara 2007 lalu. Tontowi dan Liliyana menjadi andalan," kata Nova.

(fem/a2s)











































