Ganda Campuran dan Ganda Putra Masih Jadi Andalan

Indonesia Menuju Kejuaraan Dunia 2013 (2)

Ganda Campuran dan Ganda Putra Masih Jadi Andalan

- Sport
Kamis, 01 Agu 2013 13:08 WIB
Ganda Campuran dan Ganda Putra Masih Jadi Andalan
Jakarta - Ganda campuran dan sektor ganda putra kembali menjadi tumpuan untuk mendapatkan gelar juara dunia. Liliyana Natsir dan Hendra Setiawan yang pernah menyandang status juara dunia, tetap jadi andalan.

Liliyana yang menggondol gelar juara dunia 2005 dan 2007 tak lagi tampil bersama Nova Widianto. Pemain kelahiran Manado yang akrab disapa Butet itu sudah mengganti pasangannya itu dengan dengan Tontowi Ahmad.

Hendra yang merajai ganda putra pada kejuaraan dunia 2007 bersama Markis Kido juga sudah bercerai. Kini, Hendra duet dengan Muhammad Ahsan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor tunggal malah puasa lebih lama. Tunggal putra naik podium tertinggi terakhir pada 2005 lampau. Taufik Hidayat yang meraih gelar juara. Sektor tunggal putri jauh lebih lama paceklik gelar. Susi Susanti menjadi juara terakhir sejak 1993 lampau. Ganda putri malah zero juara.

Fakta tersebut menjadi bukti regenerasi pemain yang lambat. Utak-atik pasangan belum menunjukkan hasil signifikan.

Terkait regenerasi, Liliyana yang sudah menjadi tumpuan untuk di nomor ganda sejak tahun 2004, ingin segera ada juniornya yang bisa menggantikan posisinya.

"Saya ingin ada pengganti secepat mungkin. Jadi, regenarasi di mixed double itu tidak putus. Setelah saya dengan Nova, lalu ada saya dengan Tontowi. Tapi, semoga setelah dari saya ada yang menggantikan," kata Liliyana dalam perbincangan dengan detikSport.

"Di ganda campuran ada banyak yang bagus, ada Irfan (Fadhilah)/Weni (Anggraini), Riky (Widianto)/Richi (Dili Puspita), dan juga (M.) Rijal/Debby (Susanto)."

"Tapi, semua masih proses karena masih belum banyak pengalaman. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah mulai kelihatan," imbuhnya.

Hasrat Juara Dunia bersama Tontowi

Kesuksesan saat berpasangan dengan Nova ketika menjadi juara dunia tahun 2007, kemudian menjadi target yang di bidik oleh Liliyana dalam kejuaraan dunia yang berlangsung di Guangzhou, pada 5-11 Agustus mendatang.

Kendati sudah pernah memenangi berbagai turnamen Superseries bersama Tontowi seperti gelar All England 2012 dan 2013, Liliyana menyebut kejuaraan dunia masih memiliki gengsi tersendiri.

"Untuk kejuaraan dunia, semua atlet pasti punya motivasi lebih untuk menjadi pemenang. Bersama Nova saya pernah dua kali menjadi juara, sementara bareng Owi (sapaan karib Tontowi) belum pernah," ungkap Liliyana.

"Tapi, untuk saat ini yang penting step-by-step. Jangan langsung berpikir menjadi juara dunia. Hari ini melawan siapa, tetap fokus agar bisa memetik hasil terbaik. Semoga dengan latihan berat yang sudah dijalani diberi jalan yang lapang untuk menang," harapnya.

Sementara itu, Nova sudah gantung raket. Pemain kelahiran Klaten, Jawa Tengah, itu menjadi pelatih sektor ganda campuran pelatnas PBSI.

Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, pernah mengungkaplkan bahwa tak mudah mendapatkan pasangan yang siap tempur di level internasional. Sebelum menjadi juara All England 2012 bersama Tontowi, Liliyana sempat digandengkan dengan Muhammad Rijal.

"Saya berharap Liliyana bisa kembali menjadi juara dunia. Kondisinya sedikit mirip dengan saat kami menjadi juara 2007 lalu. Tontowi dan Liliyana menjadi andalan," kata Nova.




(fem/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads