Simon Kalah karena Kurang Sabar

Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Simon Kalah karena Kurang Sabar

Femi Diah - Sport
Senin, 05 Agu 2013 16:57 WIB
Simon Kalah karena Kurang Sabar
PBSI
Guangzhou - Terlalu terburu-buru menjadi salah satu penyebab kekalahan Simon Santoso di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013. Selain itu, dia masih merasa gugup setelah lama tidak bertanding.

Simon langsung tersisih di babak pertama Kejuaraan Dunia 2013 yang digelar di Guangzhou, China. Tunggal putra Indonesia itu dikalahkan pemain Taiwan, Hsu Jen Hao, dengan skor 21-11, 14-21, dan 20-22, Senin (5/8/2013).

β€œPada game pertama saya kalah angin, jadi lebih enak mengontrol bola. Saya bisa bermain sabar, tetap menyerang, tetapi tidak terburu-buru,” ujar Simon di situs resmi PBSI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memasuki game kedua, Simon mulai membuat kesalahan sendiri karena bermain terlalu terburu-buru.

β€œDi game kedua saya jadi tidak sabar, kontrol bola kurang. Bola masuk saya kira keluar. Sejak saat itu saya ketinggalan dan terlalu jauh untuk mengejar poin lawan,” kata pemain yang besar di PB Tangkas Jakarta tersebut.

Simon semakin demam panggung saat terjadi poin krusial di game ketiga. Meski bisa menyamakan kedudukan 20-20, dia gagal menyudahi game itu dengan kemenangan. Simon kalah 20-22.

β€œSaya kurang sabar, terlalu buru-buru mau mematikan bola. Di poin-poin kritis, dua bola tanggung justru gagal saya kembalikan karena menyangkut di net,” kata Simon.

Simon tak menampik jika durasi absen dari pertandingan yang terlalu lama turut memengaruhi performanya. Sebagai informasi, Simon absen di berbagai turnamen sejak gondongan, November tahun lalu.

Dia menjajal turnamen lagi pada 4 April 2013 di Australia Terbuka dan terhenti di babak ketiga. Pekan berikutnya, Simon turun di Selandia baru Open. Langkahnya terhenti di semifinal.

β€œAda juga pengaruhnya karena terlalu lama tidak bertanding. Saya jadi gugup. Imbasnya gerakan dan tempo permainan saya tidak pas. Bola enak pun saya kembalikan tidak tepat, kalau nggak nyangkut, keluar lapangan,” tutur Simon.

Selain itu Simon merasa kecepatannya juga belum pulih. Dia kalah cepat dibandingkan pemain Taiwan itu.

β€œSaya juga masih sering bermain terburu-buru. Mungkin suasana pertandingannya sudah dapat, tapi perubahan permainan kurang cepat. Memang tidak mudah tampil di sini, angin di lapangan cukup kencang, bola yang digunakan juga berat," katanya.

Setelah Simon tersisih, Indonesia masih punya tiga harapan di nomor tunggal putra. Mereka adalah Sony Dwi Kuncoro, Tommy Sugiarto, dan Dionysius Hayom Rumbaka.

β€œPerforma Tommy sedang bagus, saya harap Tommy tampil baik dan mengalahkan lawan-lawannya,” kata Simon.

Usai kekalahan ini, Simon belum mau membicarakan hukuman yang mungkin dia terima dari pelatih.

β€œSaya bertanding di kejuaraan ini tanpa beban, hanya konsentrasi satu demi satu pertandingan saja. Belum ada pembicaraan hasil pertanding,” ungkap Simon.

β€œSaya hanya diminta bermain all out, maksimal dan cepat kembali ke penampilan yang dulu,” imbuh dia.

(fem/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads