Juara di empat turnamen berbeda belum membuat Hendra Setiawan puas, apalagi berpikir pensiun. Dia masih punya target-target lain untuk dicapai.
Bersama Mohammad Ahsan, Hendra sukses menjadi juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis di Guangzhou, China. Kesuksesan itu mereka dapatkan setelah menundukkan ganda putra Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-13 dan 23-21.
Selama kariernya sebagai pebulutangkis, Hendra sudah merasakan berbagai gelar juara. Bahkan gelar juara dunia sudah dirasakannya dua kali. Satu kali dia dapatkan bersama Markis Kido pada tahun 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Hendra, kemenangan di final itu sesuai dengan ekspektasinya. Dia mengaku segalanya berjalan mudah karena persiapan maksimal selama satu bulan penuh.
Dia juga mengaku sudah makin klop dengan Ahsan.
"Saya dan Ahsan banyak sharing. Dulu waktu saya main bagaimana. Kadang memang masih tegang, tapi pas di final semua sudah matang," ucapnya.
Mengenai target berikutnya, Hendra tidak menyebut secara spesifik. Dia membidik beberapa kejuaraan sekaligus, meski belum tahu akan main di kejuaraan mana.
Rencana untuk pensiun pun ditampiknya.
"Banyaklah, karena saya tipe yang tidak bisa langsung puas. Ke depan (September) akan ada pertandingan di Jepang Open dan Indonesia GP. Tapi saya belum tahun main yang mana."
"Belum tahu (kapan pensiun, red), masih lama. Hahahaha.." ucap pebulutangkis berusia 28 tahun ini sembari tertawa.
Sepanjang 2013, Hendra/Ahsan sudah meraih empat gelar juara. Selain di Kejuaraan Dunia, mereka juga memenangi Malaysia Open Super Series, Indonesia Open Super Series Premier, dan Singapore Open Super Series.
(roz/nds)











































