Hendra dapat kesempatan pulang kampung terkait pemberian bonus PB Jaya Raya usai suksesnya menjadi kampiun di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Itu merupakan gelar keduanya setelah yang pertama diraih tahun 2007 lalu. Sejak kedatangan di kota kelahirannya itu, Hendra nyaris tak pernah bisa melepaskan diri dari serbuan fans yang meminta tanda tangan atau foto bersama, serta awak media yang terus mengikuti.
Sayangny,a permintaan Hendra agar dia diberi waktu lepas kangen dengan kedua orang tuanya, pasangan Ferry Yugianto dan Kartika Christyaningrum, tak cukup meredam antusiasme fans. Mereka terus mengerubuti dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang ayah, Ferry, tak risau meski tidak sempat ngobrol panjang lebar dengan putra bungsunya. Dia malah bercerita panjang soal anaknya itu, termasuk sifat pendiam yang dipunya dan kedekatannya dengan kakak pertamanya, Silvi Anggraeni, yang juga istri ekspemain nasional Hendrawan.
"Dia anak yang paling diam. Kalau nggak diajak bicara enggak bicara. Diam saja. Saya sebagai ayah selalu mendukungnya untuk berprestasi," lanjut Ferry.
Sejak tiba di pemalang, Senin (26/8/2013) siang, Hendra sudah ditunggu agenda ekstra padat, yang membuat dia harus menunda pertemuan dengan orangtuanya. Dia dan dua juara dunia bulutangkis 2013 lainnya, Muhammad Ahsan dan Tontowi Ahmad, diwajibkan langsung meluncur ke kantor Bupati Pemalang.
Di sana mereka diterima Bupati Pemalang Junaedi secara tertutup. Setelah 10 menit berselang rombongan itu didaulat ke pendopo untuk menerima bonus dari PB Jaya Raya.
Tak berselang lama, Hendra dkk harus naik jeep untuk bersiap menjadi toko utama kirab di sepanjang jalan utama Pemalang kota. Padahal, sejak rombongan tiba di Stasiun Tegal dia sudah meminta untuk mampir ke rumah orang tuanya. "Nanti mampir rumah ya, sebentar saja," kata suami Sandy Arief itu.
Hendra mengaku sudah sangat rindu dengan orang tuanya. Soalnya terhitung sudah dua tahun dia tidak pulang kampung.
"Natal tahun lalu saya ikut liga Jepang, tidak ada lagi libur," kata pemain yang akrab disapa Jungkies itu.
(fem/din)










































