Keringat Tontowi Ahmad belum juga kering usai kirab juara dunia di jalan utama Purwokerto, Jawa Tengah, siang ini. Namun, pasangan Liliyana Natsir itu sudah berharap bisa diarak lagi di masa datang.
Harapan itu bukan soal menjadi pusat perhatian, melainkan karena Owi bertekad mendapatkan gelar juara di berbagai event besar lain di kancah bulutangkis internasional.
"Semoga ada arak-arakan berikutnya. Tahun depan ada Asian Games dan All England," ucap Owi setelah dirinya diarak, Selasa (27/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksanaan kirab itu digagas oleh klub PB Djarum dan Jaya Raya sebagai penghargaan atas gelar juara dunia yang diraih Owi, Ahsan dan Hendra di Kejuaraan Dunia di Guangzhou, China, dua pekan silam.
Sebelum diarak Owi juga mendapatkan bonus Rp 400 juta dari PB Djarum. Ketidaksertaan Liliyana disebabkan belum adanya kejelasan bonus dari klub asalnya, PB Tangkas.
"Saya kian senang hari ini karena saudara-saudara datang ke sini. Orangtua juga sampai datang," kata Owi.
Dia juga mengatakan, kesempatan masuk pendopo kabupaten jadi pengalaman pertamanya. "Saya baru sekali ini masuk pendopo, dulu cuma lihat-lihat saja. Sekarang malah dapat penyambutan," kata pemain kelahiran Sumpiuh, Banyumas, itu.
(fem/a2s)










































