Dalam pertandingan final di GOR Amongrogo, Minggu (29/9/2013) sore WIB, Angga/Ryan kalah lebih dulu di gim pertama. Usai berimbang di kedudukan 2-2, Angga/Ryan selalu tertinggal di sisa gim. Mereka pun kalah 17-21.
Di gim kedua, Angga/Ryan bermain lebih baik. Mereka pun melesat unggul 9-1 dan memasuki interval dengan keunggulan 11-7. Angga/Ryan kemudian tak terkejar dan merebut gim ini dengan skor 21-15.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di gim pertama saya masih belum terlalu maksimal. Saya masih sering bikin kesalahan sendiri. Lawan juga terus menyerang," ujar Ryan usai pertandingan.
Angga/Ryan bisa dibilang punya kondisi fisik yang lebih segar setelah di semifinal tidak bertanding karena lawan mereka mundur. Meski demikian, Angga tak menilai hal itu sebagai keuntungan untuk mereka.
"Kemarin tidak main jadi lebih segar. Tapi saat pertandingan tetap ditentukan oleh siapa yang lebih siap. Kami juga tidak menganggap remeh lawan, tapi tetap fokus," ujar Angga.
Angga/Ryan kini mengalihkan fokusnya ke dua turnamen yang akan digelar di Eropa bulan Oktober mendatang yaitu Denmark Super Series Premier dan Prancis Superseries. Dengan jadi juara di Indonesia GP Gold, Angga/Ryan berharap dapat hasil yang maksimal di dua turnamen itu.
Ini adalah gelar ketiga bagi Angga/Ryan di musim ini. Sebelumnya mereka jadi juara di Australia GP Gold 2013 dan Selandia Baru GP Gold.
(nds/a2s)











































