Federer Saluti Kebangkitan Nadal

Federer Saluti Kebangkitan Nadal

Doni Wahyudi - Sport
Selasa, 08 Okt 2013 15:53 WIB
Federer Saluti Kebangkitan Nadal
Getty Images/Matthew Stockman
Jakarta - Terpuruk dan nyaris pasrah kariernya akan habis, dalam tempo satu tahun Rafael Nadal bisa kembali menjadi nomor satu dunia. Apa yang didapat Nadal membuat Roger Federer terkesima.

Senin (7/10/2013) kemarin Nadal resmi kembali bertengger di posisi teratas rangking petenis putra dunia menyusul sukses dia masuk final China Terbuka. Itu merupakan kali pertama dia berada di posisi itu lagi setelah yang terakhir dia raih pada Juli 2011 lalu.

Keberhasilan Nadal meraih kembali posisi nomor satu dunia terbilang luar biasa, mengingat di akhir tahun 2012 lalu dia dibekap cedera lutut parah. Cedera tersebut bahkan membuat beberapa pihak memprediksikan Nadal tengah menuju akhir kariernya, setelah dia secara mengejutkan kalah di babak kedua Wimbledon dan lantas absen hampir di seluruh turnamen penghujung tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di 2013 Nadal seperti mendapat kesempatan kedua untuk hidup lagi. Nadal mengawali 2013 dengan tampil di Chile Terbuka, yang sekaligus menjadi comeback ke atas lapangan setelah absen selama 222 hari.

Kemenangan demi kemenangan lantas berhasil dikumpulkan Nadal, juga gelar demi gelar di berbagai turnamen. Petenis 27 tahun itu malah merebut dua gelar Grand Slam yakni di Prancis dan AS Terbuka.

Total ada 13 final yang dijalani Nadal di tahun ini, di mana 10 di antaranya berakhir dengan didapatnya gelar juara. Sepanjang musim ini Nadal punya rekor bertanding yang luar biasa: 65–4.

"Satu tahun lalu orang bilang kalau dia mungkin tidak akan bisa bermain tenis lagi. Satu tahun kemudian dia jadi nomor satu dunia. Secepat itulah hal-hal bisa berubah dalam tenis. Dan itu sesuatu yang hebat," cetus Federer.

"Di sisi lain, Anda tahu, Anda juga harus menempuh jalan yang ekstrim. Anda mencoret pemain terlalu cepat. Saya senang Rafa bisa membuktikan dirinya sendiri, apa yang dia raih sudah jelas pengaruhnya untuk dia sendiri, tapi untuk seluruh dunia itu adalah pesan kalau Anda tidak boleh mencoret seseorang seperti dia," papar Federer di Foxsport.

Apa yang dialami Nadal disebut Federer akan jadi motivasi dan inspirasi buat dirinya sendiri. Petenis 32 tahun kelahiran Basel, Swiss, itu kini memang tengah meredup. Selain terus merosot di ranking dunia (kini posisi enam), Federer makin sulit bersaing dengan petenis yang punya usia lebih muda. Sejak jadi juara di Wimbeldon 2012, dia tak pernah lagi masuk final Grand Slam.

"Saya tahu kalau tahun ini, setelah tahun 2012 yang berat, Olimpiade, akan menjadi tahun yang lebih sulit. Saya memprediksikan diri saya tidak akan meraih banyak sukses dan sibuk mengikuti banyak turnamen. Apa yang ada di pikiran saya saat ini adalah, 'Oke, tahun depan akan menjadi musim yang hebat lagi, di mana saya tidak akan punya banyak poin untuk dipertahankan terutama pada beberapa turnamen di mana saya menjadi favorit'."

"Karena itulah saya tidak sabar untuk menjalani 2014. Selam saya dalam kondisi fisik dan psikis yang bagus, tak ada alasan buat saya untuk tidak tampil di pertandingan-pertandingan besar. Itulah yang saya incar di 2014, menjadi bagian dari pertandingan-pertandingan besar itu," tuntasnya.




(din/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads