Kantong-kantong pembinaan pemain muda terpusat di kota-kota tertentu, Jakarta, Bandung, Kudus dan Surabaya. Di dalam asrama klub-klub besar itu tinggal pemain-pemain dari berbagai daerah di Indonesia.
Asam di gunung, garam di laut bertemu dalam satu belanga. Pepatah itu tepat menggambarkan ganda campuran Liliyana Natsir dengan Tontowi Ahmad yang berjodoh di lapangan bulutangkis.
Ganda yang berada di urutan ketiga dunia itu tak berasal dari klub yang serupa. Liliyana dari Tangkas Jakarta, Owiβsapaan karib Tontowi Ahmadβbesar di PB Djarum Kudus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski hanya mempunyai selisih usia dua tahun -- Owi berumur 26, Liliyana 28--, mereka berada pada rentang pencapaian prestasi yang berbeda. Prestasi Liliyana lebih dulu meroket bersama Nova Widianto dengan menjadi juara dunia 2005 dan 2007. Di masa itu Owi masih sibuk mencari pasangan yang tepat.
Owi baru dikenal sebagai pemain menakutkan dua tahun terakhir. Gong itu terjadi pada 2012 saat dia menjadi juara All England.
Sebelumnya, sektor ganda campuran dari kelompok umur berbeda sudah lebih dulu menahbiskan sebagai penguasa dunia. Gloria Emanuelle Widjaja yang berpasangan dengan Edi Subaktiar menjadi juara dunia junior di Taipei.
Pertemuan para pemain-pemain yang berasal dari perbedaan geografis, usia dan prestasi itu tak hanya dialami Owi dan Liliyana. Maklum, pebulutangkis tak hanya didominasi satu daerah.
Perbedaan asal-muasal pemain sudah terjadi di level klub. Simak saja, pemain tunggal putri pelatnas Aprilia Yuswandari kelahiran Sleman besar di Pusdiklat Semen Gresik. Di sana dia bertemu teman-teman baru yang berasal dari daerah-daerah yang baru dibacanya dari buku pelajaran. Malah beberapa di antaranya berasal dari daerah yang benar-benar asing.
Legenda bulutangkis Christian Hadinata meyakini Indonesia tak kekurangan stok pemain berkualitas. Faktanya sirkuit nasional kelompok umur anak-anak masih ramai peminat.
Bahkan Christian yakin ada pemain cilik yang bisa dipoles namun tak termonitor. "Ada lebih banyak potensi yang kita miliki sebenarnya. Banyak pemain berbakat yang tidak terpantau. Ada problem pembinaan usia muda yang belum merata," kata Christian.
Dia kemudian mencontohkan beberapa anomali yang justru bisa memberikan prestasi apik kepada bulutangkis Indonesia. Salah satunya Ternate, Maluku, yang lebih dikenal sebagai pencetak pesepakbola dan petinju itu melahirkan Mainaky Bersaudara. Palembang juga mempunyai Mohammad Ahsan yang di kemudian hari menjadi milik PB Djarum.
====
* Ayo dukung gerakan #AngkatRaketmu . Website: angkatraketmu.com Twitter: @AngkatRaketmu
(fem/a2s)











































