Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky memastikan pengurangan kuota pelatnas. Mulai 2014, Pusat Bulutangkis Indonesia hanya memberikan tempat bagi sekitar 50 pemain terbaik tanah air.
Saat ini pelatnas bulutangkis dihuni 83 pemain. Rinciannya ada 17 tunggal putra, 11 tunggal putri, 19 ganda putra, 18 ganda putri, dan 18 ganda campuran. Mereka ditangani 17 pelatih.
Rexy mencatat di antara 82 pemain itu 20 pemain di antaranya sibuk menjalani penyembuhan cedera. Selain itu, sejumlah pemain tidak menunjukkan peningkatan prestasi signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βDari 83 orang hanya sebagian pemain yang bisa mendapatkan hasil memuaskan. Setelah saya hitung idealnya pelatnas ditempati 53 pemain, bisa kurang bisa lebih besar, tapi tidak jauh dari angka itu,β lanjutnya.
Nah, kisaran angka 50 itu didapatkan dari kebutuhan pemain untuk menghadapi turnamen besar yang akan diikuti tim Merah Putih di tahun-tahun mendatang. Yakni, Piala Thomas Uber, Olimpiade dan Asian Games.
Patokan utama diambil dari turnamen beregu Thomas-Uber. Untuk menghadapi Olimpiade dan Asian Games mengikuti kemudian.
Tim Thomas membutuhkan tiga pemain inti dan dua tunggal putra, kemudian empat pasang ganda putra. Begitu pula untuk tim Uber, lima pemain tunggal dan empat pasang ganda putra.
PBSI memastikan kuota untuk tiga pasang ganda campuran. Total, ada 32 pemain terbaik yang akan mengisi slot tim elite itu. Sisa kuota akan diberikan untuk pemain-pemain potensi dan junior.
βSaya akan mencari pemain berpotensi yang siap menggantikan Sony Dwi Kuncoro atau Simon Santoso untuk untuk Olimpiade 2020. Jumlahnya sekitar 18 pemain,β ujar Rexy.
βKami harus lebih teliti, harus bisa menentukan pemain junior yang layak empat sampai 20 tahun nanti. Mereka haruslah pemain yang mempunyai mental juara dan siap membela negara."
βPengumuman akan dilakukan setelah SEA Games,β kata Rexy.
(fem/roz)











































