PBSI dan Kemendikbud Akan Gulirkan Liga Pendidikan Bulutangkis

PBSI dan Kemendikbud Akan Gulirkan Liga Pendidikan Bulutangkis

Mercy Raya - Sport
Jumat, 13 Des 2013 13:41 WIB
PBSI dan Kemendikbud Akan Gulirkan Liga Pendidikan Bulutangkis
detikSport/Mercy Raya
Jakarta -

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mendapat tambahan dukungan dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga tersebut. PBSI menggulirkan Liga Pendidikan Bulutangkis dengan menggandeng Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kerjasama antara PBSI dengan Kemendikbud dikukuhkan dalam sebuah nota kesepahaman (Mou) terbentuknya Liga Pendidikan Indonesia. Menandatangani MoU tersebut adalah Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan dan Mendikbud Muhammad Nuh, di National Golf, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12/2013).

Menurut Gita, kerja sama ini adalah realisasi impian dan inspirasi yang sudah lama ingin diwujudkan oleh PBSI. Tercapainya kesepakatan ini disebut Gita akan membuat atlet tetap bisa mendapatkan pendidikan pasca berkarir menjadi atlet bulutangkis. Dan di sisi lain bisa memantau potensi munculnya generasi penerus bulutangkis Indonesia di masa mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada dua cara yang bisa ditempuh, yakni membangun sekolah di pelatnas dan memasukkan kurikulum bulutangkis di tingkat pendidikan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

"Alhamdullilah dengan MoU ini kita bisa ambil langkah kongkret untuk mewujudkan niat kita tersebut," katanya.

Selain itu, PBSI juga akan memberikan pelatihan bulutangkis kepada para guru olaharga. Akan digalang juga kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan kompetisi bulu tangkis.

"Tentu ada gambaran, tapi beda dengan liga pendidikan olahraga lain, seperti liga sepak bola. saya pikir akan beda. Tapi itu masih digodok. Jadi tunggu saja, format paling jelas untuk liga pendidikan bulutangkis-nya seperti apa," terang Gita

Sementara untuk para atlet pelatnas, pihaknya mengharapkan pembangunan sekolah bisa dimulai dalam enam bulan kedepan. "Untuk sekolah pelatnas ini menyesuaikan usia muda yang ada di pelatnas ya umum 15-16 tahun SMP sampai SMA. SD kita tidak terima di Cipayung, " katanya.

"Saya optimistis dengan kerja sama ini kita bisa melembagakan sistem pendidikan untuk atlet dan mengkurikulumkan olaharaga bulu tangkis di sekolah. Selain itu pelajar juga lebih semangat untuk mengambil olahraga bulu tangkis, dan menjadi salah satu pilihan yang mereka bisa pilih apakah sepak bola, atau olahraga lain."

"Saya percaya jika hal ini terwujud kita akan bisa lagi mendominasi bulutangkis dalam waktu beberapa tahun kedepan," harapnya.

(mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads