PBSI Mulai Mendata Pemain-Pemain Muda

PBSI Mulai Mendata Pemain-Pemain Muda

Femi Diah - Sport
Senin, 16 Des 2013 18:47 WIB
PBSI Mulai Mendata Pemain-Pemain Muda
Jakarta -

PP PBSI mulai secara kongkret menggarap pembinaan pemain muda. Langkah pertama dimulai dengan melakukan pendataan pemain melalui serangkaian tes.

Melalui program bertajuk Junior Master U-17 dan U-19, pendataan tersebut dilakukan PBSI khusus untuk pemain-pemain kelompok umur remaja (di bawah 17 tahun) dan taruna (usia 19 tahun).

Sebanyak 16 pemain terbaik dari tunggal putra, serta 8 pasang terbaik ganda putra dan putri, diundang PBSI untuk mengikuti penilaian awal tersebut di Pusat Bulutangkis Indonesia, Cipayung, Jakarta Timur. Serangkaian kegiatan akan dilakoni para pemain muda itu dari hari ini hingga Sabtu mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka dijadwalkan mengikuti dua macam tes fisik di hari pertama, dilanjutkan tes teknik dan tes fisik lagi. Tes teknik itu akan mempertemukan para pemain dari masing-masing sektor dengan sistem setengah kompetisi.

Nantinya kualitas teknik akan mendominasi komposisi penilaian, sekitar 60 persen. Sedangkan fisik 30 persen dan 10 persen menjadi hak panelis yang terdiri dari pemandu bakat dan pelatih.

"Kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada klub dan pemain muda untuk didata dan diinvetarisasi demi prestasi di masa datang," kata Sekretaris Jendral PP PBSI Anton Subowo kepada wartawan, Senin (16/12/2013).

"Nama pemain didapatkan dari ranking nasional setahun ini, sebagai tidak lanjut hasil Sirkuit Nasional dan swasta yang diakui PBSI," sambungnya.

"Dengan cara ranking nasional itu, kami ingin mengajak Pengurus Provinsi PBSI proaktif mengirimkan pemain ke turnamen resmi."

Dengan adanya data pemain remaja dan taruna itu PBSI meyakini bakal lebih mudah dalam memanggil pemain sesuai kebutuhan. Pun halnya untuk mengisi kuota pemain potensial pada pemusatan latihan nasional (pelatnas) tahun depan, baik junior maupun elite (senior).

"Setelah tahu kondisi pemain kami akan memberikan catatan kepada klub dan pengurus provinsi agar terus membina pemain ini. Jadi ada kesinambungan latihan fisik di klub dan pelatnas. Kami ingin klub paham, ini lho kebutuhan pelatnas," Anton yang juga anak Ketua Umum KOI Rita Subowo itu.

"Kami ingin mencari potensi yang benar, bukan yang kebetulan,” tegasnya.

(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads