Cedera pinggul di bulan Juli lalu memaksa Sharapova absen di dua kejuaraan. Dia memang sempat kembali pada Agustus pada turnamen di Cincinatti, namun malah menderita kekalahan mengejutkan di babak pertama atas petenis non-unggulan Sloane Stephens.
Laga di Cincinatti itu ternyata menjadi pertandingan terakhir Sharapova hingga kini. Menjelang comeback-nya ke lapangan di Brisbane, Sharapova berharap kondisinya benar-benar sudah membaik sehingga bisa menjalani musim baru dengan lebih oke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi itu sesuatu yang bagus karena saya memberi waktu tubuh saya untuk beristirahat dan menjadi lebih baik. Saat memutuskan absen di AS Terbuka saya tahu saya akan butuh waktu lama -- entah sepekan, sebulan atau beberapa bulan, saya tidak tahu. Tak ada yang benar-benar tahu."
"Saya sudah tidak bermain berbulan-bulan, dan itu adalah alasan saya untuk kembali ke lapangan. Saya tahu kapan saya merasa sehat, bagaimana saya bisa bermain dan apa yang bisa saya lakukan. Saya butuh menjadi sehat. Jadi itu adalah motivasi saya," lanjut petenis berusia 26 tahun itu.
Upaya Sharapova meraih hasil-hasil yang lebih baik di 2014 dia awali dengan menunjuk pelatih baru yakni Sven Groeneveld. Pemilik empat titel Grand Slam itu yakin Groeneveld bisa mengeluarkan yang terbaik dari dirinya untuk meraih lebih banyak trofi.
"Sejak pertama saya bertemu dengannya saya sungguh suka dengan apa yang dia katakan. Dia datang dengan pengalaman yang sangat banyak. Dia memulai dari benar-benar awal, dan apa yang saya suka dari seorang pelatih adalah saat dia melatih menghadapi saya. Dan dia sudah bertahun-tahun melatih menghadapi saya," ujar Sharapova terkait rekam jejak Groeneveld yang pernah melatih Ana Ivanovic, Caroline Wozniacki, Monica Seles dan Mary Pierce.
(din/nds)











































