Rombak Sistem Pelatih, PBSI Juga Kontak Lima Pelatih di Luar Negeri

Rombak Sistem Pelatih, PBSI Juga Kontak Lima Pelatih di Luar Negeri

Femi Diah - Sport
Senin, 30 Des 2013 23:00 WIB
Jakarta - PBSI menghapus sistem gaji bulanan pelatih dan menggantikan dengan sistem kontrak mulai Januari 2014. Selain itu, PBSI juga berkomunikasi dengan lima pelatih di luar negeri untuk comeback ke Cipayung.

PBSI merombak barisan pelatih pelatnas seiring sistem baru pemusatan latihan nasional (pelatnas) bulutangkis. Dengan pembagian pelatnas prestasi dan potensi maka aka nada pemekaran jumlah pelatih kepala, dari lima menjadi dua kali lipatnya. Artinya bakal ada 10 pelatih kepala yang menangani masing-masing sektor dari lima nomor yang ada.

Untuk mendongkrak performa masing-masing pelatih, PBSI menghapus sistem gaji bulanan yang sudah jadi tradisi selama ini dengan kontrak professional. Olimpiade menjadi acuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan memberikan kontrak pelatih berdurasi mulai Januari 2014 hingga 2016, saat Olimpiade," ujar Ricky Soebagdja, Kepala Sub Bidang Pelatnas PBSI kepada media, Senin (30/12/2013).

"Namun, evaluasi tidak hanya ada pada akhir periode kontrak tapi sepanjang perjalanan akan terus kami pantau," lanjut peraih medali emas Olimpiade 1996 itu.

Namun, Ricky belum dapat merinci pelatih yang dimaksud. Dia masih butuh waktu untuk menggodok beberapa nominasi yang sudah ada.

"Nama-nama pelatih masih terus digodok, kami belum bisa menyampaikan saat ini. Kami juga harus menghitung kebutuhan pelatih dan asisten pelatih," kata dia.

"Kami belajar untuk memegang kepastian, pelatih bisa mempunyai jaminan masa depan dan rasa aman. Itu membuat pelatih bisa lebih fokus memoles pemain. Dari sisi kesejahteraan lebih oke bukan," ucap Ricky.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jendral PBSI Achmad Budiharto mengatakan jika proses negosiasi dengan klub asal pelatih lah yang menjadi sandungan. Namun, setali tiga uang, Budiβ€”sapaan karib diaβ€”masih enggan membeberkan nama pelatih yang dimaksud.

"Ada lima pelatih yang kami ajak pulang ke Indonesia. Termasuk Reony Mainaky. Dia masuk nominasi, tapi saya belum bilang dia akan jadi pelatih di pelatnas saat ini," ujar Budi.

Reony sempat disebut-sebut sebagai kandidat utama pelatih ganda putri pelatnas di awal tahun 2013. Namun, karena negosiasi dengan klub Jepang yang dibesutnya, Reony tak juga bergabung dengan PBSI hingga kini.

Di awal kabinet kepengurusan Gita Wirjawan, selain Rexy Mainaky, PBSI juga mendatangkan Imam Tohari yang sudah membesut timnas Jepang. Imam didapuk sebagai asisten pelatih tunggal putra.

"Awal Januari kami akan umumkan pelatih-pelatih itu," kata Ricky.

(fem/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads