Tahun lalu, kala turnamen ini masih berada di kelas superseries, Ahsan/Hendra merebut gelar juara usai menang atas wakil Korea, Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun di babak final. Gelar itu sekaligus menjadi gelar superseries pertama bagi pasangan yang baru dipasangkan usai Olimpiade 2012 itu.
βKami memang ingin sekali mempertahankan gelar juara Malaysia Open yang kami raih tahun lalu. Apalagi turnamen ini sudah naik level jadi super series premier, jadi kami lebih bersemangat. Target kami adalah juara, semoga kami bisa memberikan penampilan terbaik,β ujar Hendra kepada Badmintonindonesia.org.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKami mau fokus satu demi satu pertandingan dulu, mulai dari babak pertama. Ini adalah turnamen kelas premier, jadi lawan-lawannya pasti bukan pemain sembarangan,β tambah Hendra.
Pasangan asal Inggris, Chris Adcock/Andrew Ellis akan menjadi lawan pertama Ahsan/Hendra. Di atas kertas, Ahsan/Hendra yang merupakan ganda putra rangking satu dunia itu tentu lebih diunggulkan daripada lawannya yang menghuni peringkat 13 dunia itu.
Kendati demikian, Ahsan/Hendra tetap waspada. Pasalnya, grafik penampilan Adcock/Ellis terus menanjak. Beberapa kejutan dibuat oleh mereka, seperti menyingkirkan Liu Xiaolong/Qiu Zihan, pasangan rangking lima dunia asal China, di Korea Open Superseries minggu lalu.
βPertahanan Adcok/Ellis cukup rapat, tidak mudah menembus mereka dalam sekali dua kali serangan saja. Selain itu, pergerakan mereka juga cepat. Sebetulnya, pasangan Korea juga punya pertahanan yang kuat. Bedanya, pasangan Inggris ini lebih rapi lagi mainnya,β jelas Hendra.
(nds/roz)











































