Perhelatan tenis Australia Terbuka 2014 sedang diramaikan oleh kondisi alam di wilayah Melbourne. Tingginya suhu udara membuat semua orang "bertumbangan".
Beberapa ball boy kemarin sampai pingsan karena harus bekerja dalam cuaca yang sangat panas, dengan suhu sampai 41 derajat celcius. Para penonton pun harus "megap-megap" untuk menghadapi kondisi musim panas di Negeri Kanguru itu, yang kabarnya di beberapa daerah ada yang sampai mencapai 46 derajat.
Kemarin, dua pertandingan berakhir karena ada pemain yang cedera. Juga, petenis kualifikasi asal Kanada, Frank Dancevic, sempat tepar di set ketiga saat berhadapan dengan unggulan ke-27, Benoit Paire. Ia menyebut cuaca ekstrim itu "tidak manusiawi" dan "membahayakan".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bagus untuk olahraga ini jika orang-orang kolaps, anak-anak pemungut bola bertumbangan, para penonton berjatuhan," ucap petenis Britania Raya itu.
Juara bertahan dua kali di kelompok putri, Victoria Azarenka, menggambarkannya dengan cukup "mengerikan". Hanya saja, ia tidak ingin terlalu menghabiskan pikirannya pada urusan cuaca.
"Panas. Seperti menarik di atas penggorengan, atau semacam itulah," cetus unggulan kedua asal Belarusia itu.
"Tapi ya, tidak separah itu kok. Saya sudah berlatih. Jadi, saya oke-oke saja. Kondisinya memang tidak mudah, tapi ini dialami semua orang. Anda harus beradaptasi dan mencoba sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri. Sebenarnya saya merasa lebih baik setelah pertandingan berjalan."
Caroline Wozniacki juga membuat deskripsi sendiri tentang panasnya arena di Melbourne, dengan mengatakan bahwa botol plastik minumannya sampai meleleh di Margaret Court Arena.
Tingginya suhu udara di kawasan Australia Terbuka tentu saja terjadi di siang sampai sore hari. Maria Sharapova, misalnya, mengalahkan Bethanie Mattek-Sands menjelang tengah malam, di saat suhu sudah mendingin menjadi sekitar 30 derajat celcius.
"Saya memperhatikan ekspresi wajah orang-orang di sini. Saya yakin, ini memang menyusahkan semua orang. Saya rasa semua orang, kecuali ahli cuaca dan dokter, punya pendapat yang sama mengenai cuaca ini," kata petenis Rusia unggulan ketiga itu.
Meski demikian, sejauh ini pihak penyelenggara tidak secemas orang-orang yang mengeluhkan kondisi tersebut. Walaupun suhu tinggi, tapi tingkat kelembapannya dilaporkan masih relatif rendah.
"Tidak ada permintaan intervensi medis yang siginifikan setelah para pemain menyelesaikan pertandingan-pertandingannya," ujar chief medical officer turnamen, Tim Wood, dikutip AP.
Hanya saja, mereka juga tetap melakukan upaya-upaya pencegahan. Kepada anak-anak pemungut bola, misalnya, mereka kini diberi rotasi bekerja dengan shift selama 45 menit. Kondisi mereka juga selalu dicek.
Para pemain juga membekali diri dengan kantong dan handuk-handuk es untuk mendinginkan leher belakang dan kepala mereka. Begitu pula dengan para penonton, yang melakukan apa saja demi menyamankan diri mereka: bertopi, memakai kacamata hitam, membawa kipas, berpakaian "terbuka", dan lain-lain.
(a2s/krs)










































