Kerja sama itu diresmikan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kantor BAC, Cheras, Kuala Lumpur, Kamis (17/1/2014) petang, oleh Presiden BAC Dato Sri Mohd Nadzmi Mohd Salleh dan wakil sekretaris jendral PP PBSI Achmad Budiharjo.
Dengan penandatanganan itu PBSI menjadi pionir program yang rencananya mulai bergulir Februari 2014 tersebut. PBSI bisa segera menjalankan program itu tanpa kesulitan. Djarum Foundation memberikan bantuan kepada 20 pebulutangkis untuk berlatih di PB Djarum Kudus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin bulutangkis semakin populer supaya tercipta lingkungan kompetisi yang lebih baik," ujar mantan presiden federasi badminton Malaysia itu.
"Indonesia merupakan salah satu negara bulutangkis terkuat di Asia. PBSI mengambil inisiatif untuk berpartisipasi pada program ini karena kami memandang banyak sekali manfaat dari program ini," tutur Achmad Budiharto, Wakil Sekjen PP PBSI.
"Tujuan jangka panjangnya, kami ingin bulutangkis tetap menjadi olahraga yang dimainkan di ajang Olimpiade. Oleh karena itu, banyak hal yang mesti dikembangkan lagi, salah satunya pemerataan serta popularitas bulutangkis," tambah Budi.
Presiden Direktur Djarum Foundation Victor Hartono sekaligus memberikan jaminan para atlet yang disasar bisa mulai berlatih di PB Djarum Kudus.
"BAC tentunya punya banyak pekerjaan rumah dalam upaya pemerataan bulutangkis di Asia. Sementara kami punya banyak pelatih, lapangan, resources, dan sebagainya untuk mendukung Badminton Adoption Programme. Ini merupakan niat baik dari kami yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi semua orang," tutur Victor.
(fem/a2s)











































