Pada turnamen terakhir yang diikutinya, Malaysia Open Superseries Premier, Tommy harus puas dengan predikat runner-up. Tunggal putra andalan Indonesia ini harus mengakui keunggulan jagoan tuan rumah, Lee Chong Wei, pada pertandingan final di Putra Stadium, Kuala Lumpur, Minggu (19/1/2014). Dia kalah dua gim langsung dari Chong Wei dengan skor 19-21, 9-21.
Di ajang BWF Super Series Finals 2013, Tommy bisa menembus babak final. Tapi, saat itu dia juga gagal jadi juara karena dikalahkan Chong Wei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu berusaha dan terus belajar untuk tampil konsisten, supaya bisa tampil baik dan tidak naik turun. Kadang bagus dan kurang bagus," kata Tommy kepada Badmintonindonesia.org.
"Selain tampil stabil, saya juga ingin mendapat gelar turnamen premier serta banyak turnamen bergengsi lainnya. Tetapi saya sadar bahwa saya harus bisa menaikkan level permainan saya," tambah pemain yang kini menempati peringkat empat dunia ini.
"Saat ini nomor tunggal putra masih didominasi oleh Lee Chong Wei dan Chen Long. Kalau mau menembus kedua pemain ini, saya harus bekerja lebih keras lagi," lanjut Tommy.
Tommy merasa perlu untuk mengatur pola pikir dan mengatasi tekanan dalam permainan. Menurutnya, itu merupakan faktor penting dalam peningkatan performa di lapangan.
"Saya harus bisa melewati perjalanan ini, terutama dari segi mental. Kalau lawan menekan, saya harus bisa stabil dan berpikir lebih positif. Saya juga mesti mengatur mindset sebelum bertanding," jelasnya.
(mfi/din)











































