Kata-kata Penyemangat dari Justin Bieber Belum Bisa Bikin Bouchard Menang

Kata-kata Penyemangat dari Justin Bieber Belum Bisa Bikin Bouchard Menang

Kris FW - Sport
Kamis, 23 Jan 2014 15:13 WIB
Kata-kata Penyemangat dari Justin Bieber Belum Bisa Bikin Bouchard Menang
Getty Images/Mark Kolbe
Melbourne -

Di perempatfinal Australia Terbuka Eugenie Bouchard menyebut nama Justine Bieber sebagai pria yang ingin dikencaninya. Sebelum partai semifinal, Bouchard rupanya mendapat kata-kata penyemangat dari Bieber langsung, walaupun itu belum mampu membuatnya menang.

Usai menundukkan Ana Ivanovic di babak delapan besar lalu, Bouchard mendapat pertanyaan unik dalam wawancara di atas lapangan. Petenis 19 tahun asal Kanada itu ditanya siapa pria di dunia ini yang ingin ia kencani jika punya kesempatan. Bouchard kemudian menyebut nama Bieber, selebritas dunia asal Kanada yang kebetulan juga sebaya dengan dirinya.

Sebelum partai semifinal melawan Li Na, Kamis (23/1/2014), Bouchard mendapat kejutan kecil. Ia disapa sekaligus disemangati oleh sang pemuda idaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semoga berhasil :)," tulis Bieber di akun Twitter-nya, @justinbieber, menujukan tulisan tersebut ke akun milik Bouchard, @geniebouchard.

Senang? Tentu saja. "Itu membuatku antusias," celoteh Bouchard seraya tersenyum ketika ditanya mengenai kicauan penyemangat dari Bieber, seperti dilansir Reuters.

Namun demikian, kata-kata penyemangat itu, plus dukungan 'Genie Army' yang merupakan rombongan fansnya, belum mampu membuat Bouchard menuai hasil manis di partai semifinal pertamanya dalam ajang grand slam. Li Na, yang 12 tahun lebih tua dari Bouchard, memamerkan pengalaman dan jam terbangnyadi sebuah pentas besar dengan mengalahkan Bouchard 6-2 6-4 dalam waktu kurang dari 90 menit.

Bouchard tentu kecewa walapun tetap amat semangat karena yakin bisa lebih baik lagi. "Aku takkan bilang sudah melampaui harapanku... Aku merasa pantas berada di level top. Buatku (mencapai semifinal) bukanlah kejutan. Aku sudah bekerja keras seumur hidup untuk melakukannya, bermain di grand slam dan tampil baik. Ini bukan capaian dalam semalam dan tak membuatku terkejut. Aku tidak pernah puas dengan kekalahan. Aku selalu kecewa. Aku selalu ingin maju lebih jauh dan lebih baik lagi," seru Bouchard.

Tak lama segera setelah laga semifinal itu, Li Na langsung memuji tinggi Bouchard yang ia sebut bisa mendaki ke peringkat tertinggi. Apalagi selama 12 bulan terakhir performa Bouchard memang sip. Jika setahun lalu mantan juara Wimbledon Junior itu masih menempati peringkat 147, ia kini sudah berada di posisi 32 peringkat WTA dan kini diestimasikan bakal menembus posisi 20 besar menyusul sepak terjangnya di Melbourne Park.

Menilik komentar Bouchard yang tetap amat optimistis dan siap menggembleng diri tanpa larut dalam kekecewaan semifinal grand slam perdananya, bukan tak mungkin prediksi Li Na terwujud.

"Aku merasa sudah jadi lebih baik seiring jalannya pertandingan, yang merupakan hal bagus. Aku ingin menjadikannya sebagai titik tolak, dan terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Sudah pasti aku akan meninggalkan turnamen ini dengan kepercayaan diri," ucap Bouchard.

"Menyenangkan berada di sini tapi di saat yang sama aku ingin terus bisa lebih baik lagi. Jadi itu seperti sudah jadi tugasku saja. Aku cuma ingin kembali ke lapangan latihan dan terus bekerja keras. Aku senang dengan permainanku. Aku merasa sudah bermain baik dan meningkat sepanjang turnamen. Ini cuma proses. Aku banyak belajar tahun lalu. Perlahan-lahan aku merintis jalan naik ke atas. Aku tidak mau berhenti di sini," serunya.



(krs/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads