Rivalitas antara Rafael Nadal dan Roger Federer adalah salah satu yang terpanas di dunia tenis. Sebelum melakoni duel ke-33 di semifinal Australia Terbuka nanti, bagaimana sejarah pertarungan keduanya?
Laga klasik Nadal-Federer bakal tersaji di Rod Laver Arena, Melbourne, Jumat (24/1/2014) besok. Rivalitas antara keduanya telah mengakar dan berlangsung sejak satu dekade silam.
Total 32 pertemuan telah dijalani, 28 di antaranya berada di babak semifinal atau final. 10 kali keduanya saling beradu kemampuan di turnamen Grand Slam, 16 kali di ajang Masters, dan lima kali di final ATP World Tour.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas bagaimanakah perjalanan persaingan keduanya?. Berikut adalah kumpulan pertandingan terbaik antara Nadal dan Federer, yang dikutip dari SportsIllustrated.
1. Miami Masters 2004
|
Getty Images
|
Kala itu Nadal baru berusia 17 tahun, dengan gaya yang disebut-sebut mirip dengan seniornya Carlos Moya yang sama-sama dari Spanyol. Menempati ranking 34 dunia, laga ini jadi ajang Nadal untuk memperkenalkan diri ke dunia, sekaligus kepada Federer sebagai petenis nomor satu waktu itu.
Meski tak diunggulkan, Nadal tak tampak canggung menghadapi Federer. Sementara di lain sisi, Federer yang berambisi melengkapi titel Australia Terbuka yang baru diraihnya terlihat kerepotan.
Dengan pukulan forehand-nya yang khas, Nadal akhirnya mampu mengalahkan Federer dengan dua set langsung 6-3, 6-3 dalam waktu 70 menit.
2. Prancis Terbuka 2005
|
AFP
|
Termasuk Federer, yang mendapatkan kesempatan untuk menghentikan laju Nadal di Prancis Terbuka. Berhadapan di semifinal, Federer sempat mencuri satu set dari lawannya asal Spanyol itu.
Namun pada akhirnya, Federer harus mengakui keunggulan Nadal. Petenis Swiss itu kalah 6-3, 4-6, 6-4, dan 6-3, setelah dicecar di sisi backhand.
Nadal kemudian melaju ke final dan mengalahkan Mariano Puerta untuk memenangi titel Roland Garros pertamanya.
3. Monte Carlo Masters, Roma Masters, Prancis Terbuka, dan Wimbledon 2006
|
AFP
|
Bertemu di final Monte Carlo Masters, keduanya bertanding selama tiga jam 50 menit di mana Nadal berhasil menang 6-2 6-7 6-3 7-6. Nadal bahkan berhasil bangkit dari ketertinggalan 0-3 di tie-breaker terakhir.
Tiga pekan kemudian, keduanya kembali bertemu di final Roma Masters. Kali ini Nadal dan Federer bertarung sengit selama lebih dari lima jam. Nadal kembali berjaya di permukaan tanah liat, dengan 6-7, 7-6, 6-4, 2-6, 7-6.
Beberapa minggu berikutnya, duel kembali tersaji di final Prancis Terbuka. Ini merupakan final Roland Garros pertama Federer dan ia mengincar titel demi menyamai catatan Andre Agassi sebagai petenis yang meraih seluruh titel Grand Slam.
Tapi apa daya ia harus menunda mimpi tersebut jadi kenyataan. Sisi backhandnya kembali jadi incaran Nadal dan harus kalah 1-6, 6-1, 6-4, 7-6. Nadal pun memepertahankan gelarnya.
Meski demikian, tiga kekalahan tersebut berhasil di balas oleh Federer di Wimbledon. Jika Nadal menegaskan ia adalah raja tanah liat, Federer menyatakan dirinya sebagai penguasa lapangan rumput.
Meski sempat kehilangan satu set, Federer menutup laga dengan 6-0, 7-6, 6-7, 6-3 dan meraih titel Wimbledonnya yang keempat secara beruntun. Ia juga memperpanjang rekor kemenangan di arena rumput jadi 48 laga.
4. Hamburg Masters dan Wimbledon 2007
|
Getty Images
|
Kemenangan Federer itu sekaligus menghentikan rentetan kemenangan Nadal di permukaan andalannya. Juga mencegah sang rival menyapu bersih titel Masters yang digelar di tanah liat.
Masih di tahun yang sama, dari Hamburg Nadal dan Federer membawa persaingannya ke final Wimbledon. Nadal bertekad membalas kekalahannya dan menundukkan Federer di arena rumput, yang jadi andalan petenis Swiss itu.
Namun tekad Nadal harus gagal. Meski mengerahkan penampilan terbaiknya, ia harus takluk 7-6, 4-6, 7-6 (3), 2-6, 6-2. Federer pun menyamai rekor Bjorn Borg dengan meraih titel Wimbledon kelima berturut-turut.
5. Wimbledon 2008
|
AFP
|
Bertarung di permukaan rumput, Federer jelas diunggulkan. Tapi Nadal berhasil mematahkan prediksi dan menang 6-4, 6-4, 6-7, 6-7, 9-7 dalam laga yang berlangsung selama 4,8 jam.
Dengan titel ini, Nadal pun menyamai catatan Bjorn Borg sebagai petenis yang mampu mengawinkan titel Roland Garros dan Wimbledon di satu musim, atau disebut Channel Slam.
"Saya sangat senang, tapi saya juga bersedih untuknya, karena ia juga layak mendapatkan titel ini," kata Nadal kala itu.
Sementara Federer mengatakan, "Mungkin ini kekalahan terberat saya sejauh ini."
6. Australia Terbuka 2009
|
Getty Images
|
Sementara Federer melaju ke final dengan mulus, setelah mengandaskan Andy Roddick di semifinal. Namun, prediksi hanya sebatas prediksi. Nadal mengalahkan Federer dengan 7-5, 3-6, 7-6, 3-6, 6-2 dan jadi orang Spanyol pertama yang meraih titel Australia Terbuka.
Kekalahan ini membuat Federer begitu kecewa, sampai-sampai meneteskan air mata di akhir pertandingan.
7. Final ATP World Tour 2010
|
Getty Images
|
Namun rupanya Federer tak inferior. Bersama pelatih baru Paul Annacone, ia tampil impresif dan menang 6-3, 3-6, 6-1. Petenis Swiss itupun mempertajam rekor di ajang tersebut menjadi 3-0 pada tahun ini.
Halaman 2 dari 8











































