Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Simon Santoso tidak lagi tergabung dengan Pelatnas Cipayung terhitung tanggal 17 Januari 2014 lalu, setelah ia mengajukan pengunduran dirinya.
Simon mundur setelah menjalani dua turnamen awal tahun 2014 ini, yakni Korea Open Super Series dan Malaysia Open Super Series Premier. Kegagalan mencapai semifinal di dua ajang tersebut tampaknya mendasari keputusan mundur Simon, yang bergabung dengan pelatnas sejak 2002, mengingat sebelumnya ia memang diberi target untuk menembus semifinal di dua ajang tersebut.
"Walaupun Simon sudah tidak bergabung dengan pelatnas, namun Simon masih akan melanjutkan kariernya di dunia bulutangkis. Untuk itu, PBSI membuka pintu selebar-lebarnya jika Simon ingin berlatih bersama dan membutuhkan sparring di Cipayung karena Pelatnas adalah salah satu bagian dari PBSI, demikian juga dengan semua klub-klub yang berada di seluruh Indonesia," kata Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto dalam siaran pers PBSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan mundur pebulutangkis 28 tahun yang pernah mempersembahkan medali emas SEA Games tunggal putra 2009 dan 2011 itu juga dikomentari oleh Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Simon yang selama ini telah berjasa mengharumkan nama Indonesia di panggung bulutangkis dunia. Semoga prestasi Simon dapat menjadi teladan bagi pemain lainnya. Kami berharap Simon terus berprestasi dan memberikan bimbingan bagi para junior-juniornya," ucapnya.
(krs/a2s)











































