Butuh 36 kali partisipasi dari Stanislas Wawrinka sampai akhirnya bisa sampai ke partai puncak ajang grand slam. Ia pun kini sedang menanti siapa yang akan dihadapi dalam usahanya menyempurnakan penantian panjangnya tersebut.
Wawrinka sampai ke final Australia Terbuka 2014, Kamis (23/1/2014) kemarin, usai mengalahkan Tomas Berdych dalam sebuah partai sengit yang cuma mengetengahkan satu break game servis untuk melahirkan hasil akhir 6-3, 6-7(1), 7-6(3), dan 7-6(4).
Hasil itu menjadi capaian terbaik Wawrinka dalam kiprahnya di grand slam. Capaian terbaik petenis Swiss peringkat delapan dunia itu sebelumnya adalah semifinal AS Terbuka 2013 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dicatat Infostrada Live, di era Open cuma ada satu petenis lain yang membutuhkan partisipasi lebih banyak untuk bisa ke final grand slam, yakni David Ferrer, yang sampai ke partai puncak Prancis Terbuka 2013 dalam keikutsertaannya yang ke-42 di grand slam.
"Aku tak tahu mesti bilang apa. Aku sulit berkata-kata. Ini luar biasa," kata Wawrinka yang sulit membendung haru usai memastikan kemenangan atas Berdych.
"Aku sudah bekerja keras selama bertahun-tahun, berusaha meningkatkan permainanku, berupaya tampil dalam partai-partai besar di arena megah. Kini aku sampai ke final pertamaku di grand slam, jadi aku cuma bisa merasa amat gembira," tuturnya.
Wawrinka kini kembali harus menanti, walau kali ini mengenai siapa yang bakal ia hadapi di final; Roger Federer atau Rafael Nadal, yang akan bertarung Jumat (24/1) nanti. Siapapun lawannya, Wawrinka tentu akan berupaya sekuat tenaga melengkapi kegembiraannya sampai ke final, setelah penantian panjang, dengan sekaligus menjadi juara.
Sejauh ini sendiri cuma ada satu pemain yang akhirnya bisa menjuarai grand slam setelah lebih dari 36 percobaan. Infostrada Live menyebut orang itu adalah Goran Ivanisevic yang berjaya di Wimbledon 2001 dalam kiprahnya yang ke-48 di grand slam.
(krs/raw)











































