Cibulkova pertama kali lolos ke partai puncak sebuah turnamen Grand Slam di Australia Terbuka 2014. Dalam perjalanannya menuju final, dia mengalahkan sejumlah petenis top seperti Maria Sharapova dan Agnieszka Radwanska.
Tapi, Cibulkova tak mampu menyempurnakan kisah indahnya dengan menjadi juara. Pada pertandingan final di Rod Laver Arena, Sabtu (25/1/2014), dia harus mengakui keunggulan petenis China, Li Na, dengan skor 6-7(3), 0-6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru 24 tahun dan saya sudah bermain di sebuah pertandingan final Grand Slam. Saya merasa punya permainan untuk menantang nama-nama terbesar dan untuk mengalahkan mereka. Jadi, kenapa tidak (memenangi Grand Slam)?" ujar Cibulkova yang dikutip Reuters.
"Ketika Anda bermain di sebuah final Grand Slam, itu adalah sebuah langkah besar. Saya siap untuk mengambilnya. Saya sudah menunggu begitu lama untuk hal ini. Sekarang saya akan melakukan 100% untuk mempertahankannya," tuturnya.
"Ini mengubah cara Anda melihat diri Anda. Sekarang saya tahu bahwa saya yakin 100% bisa melakukannya. Saya mendapatkan begitu banyak kepercayaan diri dari turnamen ini," lanjut Cibulkova.
"Saya tak ingin menganggapnya sebagai sebuah tekanan. Saya ingin terus seperti ini. Saya sudah tampil bagus sebelumnya di Roland Garros dan Wimbledon. Jadi, saya bisa main di lapangan apapun," katanya.
(mfi/mrp)











































