Hingga edisi ketiga, Superliga Badminton bukanlah agenda rutin. Ajang beregu putra putri klub-klub tanah air itu dilaksanakan "suka-suka". Edisi pertama bergulir 2007 di Jakarta. Kemudian jilid kedua dan ketiga, pada 2011 dan 2013, bergulir di DBL Arena, Surabaya.
Nah, tahun lalu Badan Liga Badminton berjanji Superliga dibuat rutin satu tahun sekali. Kali ini, ajang tersebut bergulir mulai 3 hingga 9 Februari di Surabaya. Achmad Budiharto, Direktur Djarum Superliga Badminton 2014, menyebut ada beberapa alasan yang memperkuat janji tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua memberikan kesempatan kepada para pemain klub dalam menguji hasil pembinaan untuk bisa bertemu dengan minimal lima pemain top dunia di turnamen ini," tambah Budi yang juga wakil sekretaris jenderal PP PBSI itu.
"Kami ingin menjaga momentum. Antusiasme pemain dari klub-klub di Indonesia maupun dari luar negeri sangat besar, makanya kami memutuskan untuk menyelenggarakan kejuaraan ini setahun sekali," tutur Budi Darmawan dari Djarum Foundation menambahkan.
PBSI juga diuntungkan dengan ajang berhadiah total Rp 2 miliar itu. Sebab, ajang itu dijadikan pemanasan sebelum tampil di Piala Thomas dan Piala Uber pada Mei di New Delhi, India.
Klub-klub kontestan menurunkan pemain-pemain terbaik yang juga nantinya akan menjadi andalan di Piala Thomas dan Piala Uber seperti Tommy Sugiarto, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, Bellaetrix Manuputty, Linda Wenifanetri serta pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.
(fem/a2s)











































