Sejak merebut titel Grand Slam ke-17 di Wimbledon 2012, Federer belum mampu menjuarai Grand Slam. Sedangkan sejak menjuarai Cincinnati Masters di tahun yang sama, petenis Swiss ini baru mengoleksi satu titel juara di turnamen Gerry Webber Open Juni lalu.
Dengan usia yang akan mencapai 33 tahun pada Agustus nanti, tidak sedikit yang beranggapan bahwa Federer sedang mendekati masa-masa akhir kariernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sudah melakukan segalanya dalam permainan ini. Dia melalui esok hari dengan perasaan yang bagus. Saya pun kagum dengan sikap dia itu. Saya bahkan tidak tahu bagaimana dia bisa mempertahankan levelnya," ungkap Sampras yang dilansir Guardian.
"Saya kagum dia menemukan motivasi untuk bermain di event-event lain, meski Grand Slam adalah motivasi utamanya. Saya sendiri sudah capek bermain tenis saat berusia 30, 31 tahun tapi dia masih menikmatinya. Dia masih bisa bermain tiga, empat tahun lagi."
Sampras paham benar Federer tidak akan selamanya terus mengayun raket. Apabila merasa sudah tidak mampu bersaing, dia yakin Federer akan mundur dengan sendirinya.
"Jika Roger merasa tidak mampu bersaing di level tertinggi, saya mengira dia tidak cuma asal main. Dia ingin bermain untuk bermain di Grand Slam dan mungkin rangking satu dunia," sambung pria berusia 42 tahun itu.
"Masa-masa itu bisa berakhir dan saya tidak yakin dia harus melakukannya atau menginginkan itu. Saya pikir jika dia tidak bisa memenangi Grand Slam dan tidak bisa kompetitif maka dia akan minggir. Tapi saya kira tidak begitu. Saya pikir dia akan kompetitif meski ketika Anda semakin tua maka semuanya akan semakin sulit," imbuh Sampras.
(rin/nds)











































