Dionysius Hayom Rumbaka yang menjadi satu-satunya harapan gagal melaju lebih jauh. Hayom digebuk pebulutangkis nonunggulan dari Korea Selatan Won Ho Son 16-21, 21-14, 10-21 pada babak kedua di National Indoor Arena Jumat (7/3/2014) dinihari WIB.
Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro malah harus angkat koper lebih dini. Keduanya kandas di putaran pertama. Tommy kalah di tangan Gao Huan (China) 13-21, 21-10 dan 18-21. Cedera tulang telapak kaki kanan menjadi salah satu penyebab kekalahan itu. Sony tunduk dari wakil Wang Zhengming yang juga dari China 11-21, 10-21.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, tak adanya wakil tunggal putra di babak delapan turnamen bulutangkis tertua itu cukup mengkhawatirkan. Sebab PBSI mencanangkan ajang tersebut sebagai salah satu persiapan menghadapi kejuaraan beregu putra-putri Piala Thomas yang bergulir Mei.
"Ini menjadi sinyal kuning buat persiapan tim Thomas, semua tunggal putra memble," ujar eks pemain tunggal putra nasional, Alan Budikusuma, dalam perbincangan dengan detiksport, Jumat (7/3/2014).
Dia pun mengevaluasi penampilan masing-masing pemain. Suami Susi Susanti itu menyimpan harapan ada persiapan yang lebih sip sebelum para pemain diterbangkan ke turnamen besar.
"Seharusnya Hayom sudah bisa berbuat lebih banyak. Saya tak melihat adanya ledakan prestasi dia setahun terakhir padahal ada modal, postur, pukulan frekuensi bertanding," tambahnya.
"Kondisi Tommy yang mengeluhkan cedera sangat tidak relevan. Kalau memang sudah dua pekan lalu cedera, seharusnya barisan pelatih bisa memutuskan untuk tak mengirimnya ke Inggris. Sudah kalah, khawatirnya malah tambah parah.
"Sony juga membuat hasil yang sangat tidak bagus. Dua game dan langsung kalah. Bagaimana dengan persiapan selama ini?" ucap peraih medali emas Olimpiade 1992 itu.
(fem/a2s)











































