Hendra dan Liliyana Dipuji, Sektor Ganda Putri Tetap Dinanti

Hendra dan Liliyana Dipuji, Sektor Ganda Putri Tetap Dinanti

- Sport
Senin, 10 Mar 2014 14:42 WIB
Hendra dan Liliyana Dipuji, Sektor Ganda Putri Tetap Dinanti
Liliyana Natsir (detiksport/rengga)
Jakarta - Indonesia membawa dua gelar juara dari All England. Sosok Hendra Setiawan dan Liliyana Natsir yang tetap prima meski gonta-ganti pasangan mendapatkan pujian dari mantan pemain nasional, Imelda Wigoena.

Demikian antara lain dikatakan Imelda dalam perbincangan dengan detiksport, Senin (10/3/2014), menyusul keberhasilan Hendra/Mohammad Ahsan dan Liliyana/Tontowi Ahmad meraih titel kemenangan di All England 2014 kemarin.

Seperti diketahui, Liliyana dan Tontowi mencatat hat-trick juara di All England. Ketika memenangi edisi tahun 2012, mereka menjadi ganda campuran Indonesia kedua yang menjadi kampiun setelah Imelda dan Christian Hadinata melakukannya di tahun 1979.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua gelar itu memacu para pemain lain agar bisa maju, bisa juara seperti mereka. Saya menunggu sektor lain ikut bisa jadi juara, terutama ganda putri. Tidak ada alasan tidak bisa," tutur Imelda.

Rasa gregetan Imelda cukup beralasan sebab ganda putri dibuat tak berkutik oleh lawan-lawannya sebelum mencapai semifinal. Ganda senior Nitya Krishinda/Greysia Polii harus angkat koper di babak pertama. Mereka tumbang dari ganda China yang baru dipasangkan: Ma Jin/Tang Yuanting.

Begitu pula dengan Suci Rizky/Tiara Rosalia dan Anggia Shitta/Della Destiara, yang hanya bertahan sampai babak kedua. Pia Zebadiah/Rizky Amelia pun terhenti di perempatfinal.

Untuk mengingatkan, di tahun 1979 Imelda menyabet dua gelar juara di All England. Selain ganda campuran ia juga menjadi ganda putri terbaik bersama Verawaty Fajrin. Itulah kali terakhir ada wakil Indonesia yang menjuarai nomor ganda putri di turnamen tersebut.

Secara khusus Imelda memberikan apresiasi kepada Liliyana dan Hendra. Keduanya dinilai menunjukkan kualitas pemain ganda yang sebenar-benarnya.

"Liliyana adalah pemain putri terbaik di ganda campuran saat ini. Dengan Nova (Widianto) bagus, dengan Tontowi juga bagus. Dia memang dilahirkan untuk jadi yang terbaik," ujar Imelda.

Prestasi Liliyana bersama Nova memang menonjol. Keduanya mengantongi gelar juara dunia dua kali, 2005 dan 2007. Liliyana juga sempat moncer di sektor ganda putri (bersama Vita Marissa) sebagai juara China Masters dan Indonesia Terbuka 2007.

"Begitu pula Hendra, yang perlu diketahui untuk pemain-pemain yang lain, dia layak dan memang pantas mencapai prestasi yang luar biasa. Dia sukses bersama Kido, dia juga berhasil menjadi yang terbaik setelah ganti dengan Ahsan," beber pemain nasional era 1970-an itu.

"Dengan pengalaman saya sebagai pemain ganda, seorang pemain ganda itu bangga jika sukses berpasagan siapa saja dan hasilnya oke. Saya katakan: Liliyana dan Hendra adalah pemain ganda murni yang luar biasa,” puji wanita yang kini menjadi pengurus di klub PB Jaya Raya.

(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads