Ahsan/Hendra sukses menyudahi puasa gelar juara ganda putra 11 tahun di All England, setelah sebelumya Candra/Sigit yang mengukir tinta emas pada 2003.
Β
Candra pun turut senang dengan torehan positif yang sudah dibukukan Hendra dan Ahsan itu. Apalagi di All England kali ini 'Merah Putih' juga merebut gelar juara di nomor ganda campuran atas nama Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
"Mereka memang pantas menjadi juara. Hendra dan Ahsan, juga Tontowi dan Liliyana," ucap Candra dalam obrolan dengan detikSport, Senin (10/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bangga dengan prestasi mereka tapi jangan berhenti. Sebentar lagi Piala Thomas Uber dan sudah saatnya Piala Thomas kembali menjadi milik kita," harapnya.
Tahun ini Piala Thomas-Uber bakal bergulir 18-25 Mei di New Delhi. Menilik peta kekuatan Indonesia dan para tim rival, Candra menilai peluang jadi juara cukup terbuka.
"Ada satu keuntungan lagi yang kita dapatkan, Korea tak bisa menurunkan dua pemain karena kasus ketidakhadirsan saat doping. Kita ikut prihatin tapi kita juga diuntungkan kejadian tersebut," ujarnya.
"Dengan situasi itu dan dua ganda putra yang ada, peluang sangat besar untuk jadi juara. Ganda putra dapat mengamankan dua nomor. Pengalaman Angga (Pratama)/Rian (Agung Saputra) sudah baik, untuk mengisi ganda ketiga ada (Markis) Kido/(Gideon Markus) Fernaldi juga pas," beber Candra.
Sehubungan dengan itu Candra pun meminta PP PBSI agar lebih jeli untuk menyiapkan pemain di sektor tunggal mengingat tiga pemain tunggal putra pelatnas babak belur di All England: Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro kalah di babak pertama, sedangkan Dionysius Hayom Rumbaka hanya sampai babak kedua.
"Tunggal dipersiapkan dengan sebaik mungkin dengan sisa waktu yang ada. Pengurus harus cerdik menyiapkan dan mengantisipasi segala kemungkinan. Sekali lagi ada sinyal bagus, ini saatnya Piala Thomas jadi milik kita lagi!," seru Candra.
(fem/krs)











































