Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan menyudahi puasa gelar Indonesia di nomor ganda putra All England. Selain punya persiapan sangat baik, Ahsan dan Hendra juga tanpa beban saat menjalani laga final.
Bermain di National Indoor Arena, ganda putra yang baru dibentuk 2012 ini berhasil menundukkan ganda putra Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa dua gim langsung 21-19, 21-19. Sukses tersebut menyudahi penantian panjang Indonesia untuk kembali jadi juara All England di nomor ganda putra yang sudah berlangsung selama 11 tahun.
Di balik sukses menjadi juara di All England, ada persiapan panjang dilakukan dua pebulutangkis Indonesia tersebut. Dan itu jadi modal utama untuk berjaya di Birmingham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama diungkapkan Hendra. Kemenangan sudah sejak awal dia prediksikan akan bisa didapat. Salah satu triknya adalah dengan meminimalkan tekanan dan menganggap pertandingan final sebagai final kejuaraan super series biasa.
"Apalagi persiapan satu setengah bulan, maksimal. Tentu kita yakin jadi juara. Begitu juga saat mendekati dan menjajaki final, kami semaki yakin. Saya sendiri pada saat di final engga terlalu mikirin ini kejuaraan bergengsi atau apa, justru menganggap seperti super series biasa," sebutnya Hendra.
"Itu sih pasti. Kita sudah menjadi nomor satu (di dunia) masa mau kalah dengan lawan dari Jepang itu," tambah dia.
(mcy/din)











































