Dua gelar juara yang didapatkan empat wakil Merah Putih itu mempunyai arti lebih. Ahsan/Hendra naik podium tertinggi sekaligus menghentikan paceklik gelar selama 11 tahun.
Sementara itu, Owi/Liliyana juga mencatatkan prestasi cemerlang dengan membukukan gelar All England tiga kali beruntun.
Sukses membawa pulang dua gelar juara itu juga menjadi awalan lagi bagi Indonesia untuk mendapatkan gelar lebih dari satu pada All England. Prestasi serupa didapatkan oleh para pebulutangkis tanah air pada 1994.
Waktu itu, Haryanto Arbi, Susi Susanti dan Rudy Gunawan/Bambang Supriyanto berhasil menjadi yang terbaik saat berlaga di All England.
Apa kunci sukses keempat pemain itu di All England? Liliyana, Owi, Hendra dan Ahsan menceritakan kepada detikSport pada acara penyerahan bonus All England 2014 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Selasa (8/3/2014).
|
(PBSI)
|
1. Liliyana Natsir
|
(PBSI)
|
Sudah dua gelar juara All England dimiliki LIliyana, edisi 2012 dan 2013. Bukan perkara mudah untuk mendapatkan titel untuk kali ketiganya. Tapi ada motivasi besar yang diusung perempuan kelahiran Manado 9 September 1985 itu saat terbang ke Birmingham awal Maret lalu.
"Saya ingat saat pertama mendapatkan juara All England 2012 saja sudah sedemikian luar biasanya. Kami menjadi juara lagi setelah 33 tahun tidak ada juara ganda campuran. Kemudian dapat juara lagi. Nah, saya bilang kepada diri saya sendiri, sudah semestinya untuk mempertahankan gelar," kata Liliyana.
"Kemudian dari teman-teman wartawan bilang ini kesempatan untuk bikin hat-trick, bisa menjadi lebih istimewa lagi. Ya kenapa tidak?" ucap Butet.
Selain itu, Liliyana mendapatkan pesan khusus dari Chief Operating Officer PT Djarum dan President Director Djarum Foundation Victor Hartono untuk membawa pulang gelar juara sebagai kado pernikahan. Ya, Liliyana baru saja hijrah ke PB Djarum bertepatan dengan Superliga Badminton Indonesia.
1. Liliyana Natsir
|
(PBSI)
|
Sudah dua gelar juara All England dimiliki LIliyana, edisi 2012 dan 2013. Bukan perkara mudah untuk mendapatkan titel untuk kali ketiganya. Tapi ada motivasi besar yang diusung perempuan kelahiran Manado 9 September 1985 itu saat terbang ke Birmingham awal Maret lalu.
"Saya ingat saat pertama mendapatkan juara All England 2012 saja sudah sedemikian luar biasanya. Kami menjadi juara lagi setelah 33 tahun tidak ada juara ganda campuran. Kemudian dapat juara lagi. Nah, saya bilang kepada diri saya sendiri, sudah semestinya untuk mempertahankan gelar," kata Liliyana.
"Kemudian dari teman-teman wartawan bilang ini kesempatan untuk bikin hat-trick, bisa menjadi lebih istimewa lagi. Ya kenapa tidak?" ucap Butet.
Selain itu, Liliyana mendapatkan pesan khusus dari Chief Operating Officer PT Djarum dan President Director Djarum Foundation Victor Hartono untuk membawa pulang gelar juara sebagai kado pernikahan. Ya, Liliyana baru saja hijrah ke PB Djarum bertepatan dengan Superliga Badminton Indonesia.
2. Tontowi Ahmad
|
(PBSI)
|
"Saya masih haus gelar juara. Ada kesempatan ke final jadi harus dituntaskan,β kata Owi.
Selain itu, dia juga ingin menjawab usaha keras ayahnya yang setengah memaksa anaknya untuk jadi pemain bulutangkis.
"Keluarga tetap menjadi motivasi terbesar. Ayah ingin melihat saya jadi pemain bulutangkis. Terutama bapak yang setiap hari antar jemput latihan. Dua kali All England, belum cukup. Ini yang ketiga untuk bapak. Kalau ibu malah ingin saya jadi anak pesantren,β ucap dia.
2. Tontowi Ahmad
|
(PBSI)
|
"Saya masih haus gelar juara. Ada kesempatan ke final jadi harus dituntaskan,β kata Owi.
Selain itu, dia juga ingin menjawab usaha keras ayahnya yang setengah memaksa anaknya untuk jadi pemain bulutangkis.
"Keluarga tetap menjadi motivasi terbesar. Ayah ingin melihat saya jadi pemain bulutangkis. Terutama bapak yang setiap hari antar jemput latihan. Dua kali All England, belum cukup. Ini yang ketiga untuk bapak. Kalau ibu malah ingin saya jadi anak pesantren,β ucap dia.
3. Hendra Setiawan
|
|
"Orang bilang kalau belum juara All England belum jadi juara sejati. Makanya saya simpan terus keinginan itu," kata Hendra.
"Delapan tahun saya ikut All England tapi nggak jadi juara juga. Ahsan partner yang mengerti keinginan itu. Saya optimistis akan jadi juara All England meski butuh waktu. Ternyata jawaban lebih cepat didapatkan," beber bapak dua anak itu.
Dengan predikat juara All England itu Hendra sudah mengantongi semua gelar individu secara lengkap: juara Olimpiade, juara dunia, juara Asian Games, dan juara SEA Games. Titel juara itu didapatkan bersama Markis Kido.
3. Hendra Setiawan
|
|
"Orang bilang kalau belum juara All England belum jadi juara sejati. Makanya saya simpan terus keinginan itu," kata Hendra.
"Delapan tahun saya ikut All England tapi nggak jadi juara juga. Ahsan partner yang mengerti keinginan itu. Saya optimistis akan jadi juara All England meski butuh waktu. Ternyata jawaban lebih cepat didapatkan," beber bapak dua anak itu.
Dengan predikat juara All England itu Hendra sudah mengantongi semua gelar individu secara lengkap: juara Olimpiade, juara dunia, juara Asian Games, dan juara SEA Games. Titel juara itu didapatkan bersama Markis Kido.
4. Mohammad Ahsan
|
|
Karier Ahsan sebagai pemain ganda putra pelatnas sempat hanya sebagai pemain medioker. Tugasnya memuluskan pemain top untuk jadi juara. Toh, jika dipatok untuk jadi juara Ahsan yang masih berpasangan dengan Bona Septano tak sanggup melaksanakannya.
Tapi garis nasib berubah seiring kebijakan PP PBSI yang bongkar pasang pemain ganda usai Olimpiade 2012 London. Ahsan dipasangkan dengan Hendra yang dipanggil lagi ke Cipayung.
"Saya punya keyakinan suatu hari nanti bisa jadi juara All England. Dipasangkan dengan Hendra itu seperti mendapatkan secercah cahaya," kata Ahsan.
"Saya tak menyangka secepat ini bisa jadi juara, tapi Hendra punya tekad untuk jadi juara All England, kenapa tidak didapatkan sekarang?" tutur bapak satu anak itu.
Kini bersama Hendra, Ahsan mematok target juara Asian Games dan juara dunia lagi.
4. Mohammad Ahsan
|
|
Karier Ahsan sebagai pemain ganda putra pelatnas sempat hanya sebagai pemain medioker. Tugasnya memuluskan pemain top untuk jadi juara. Toh, jika dipatok untuk jadi juara Ahsan yang masih berpasangan dengan Bona Septano tak sanggup melaksanakannya.
Tapi garis nasib berubah seiring kebijakan PP PBSI yang bongkar pasang pemain ganda usai Olimpiade 2012 London. Ahsan dipasangkan dengan Hendra yang dipanggil lagi ke Cipayung.
"Saya punya keyakinan suatu hari nanti bisa jadi juara All England. Dipasangkan dengan Hendra itu seperti mendapatkan secercah cahaya," kata Ahsan.
"Saya tak menyangka secepat ini bisa jadi juara, tapi Hendra punya tekad untuk jadi juara All England, kenapa tidak didapatkan sekarang?" tutur bapak satu anak itu.
Kini bersama Hendra, Ahsan mematok target juara Asian Games dan juara dunia lagi.
Halaman 2 dari 10











































