Panpel: Bugdet Media Room Terbatas

Indonesia Terbuka 2004

Panpel: Bugdet Media Room Terbatas

- Sport
Rabu, 15 Des 2004 15:21 WIB
Jakarta - Indonesia Open 2004 adalah turnamen berbintang lima. Namun fasilitas media room (ruangan untuk wartawan) tak secanggih kelas turnamennya. "Budgetnya terbatas," kata Panpel."Jangan dibandingkan kejuaraan ini dengan Thomas Uber (bulan Mei lalu). Mereka memiliki buget unlimited, sedangkan kami budgetnya tight (ketat)," demikian ucap Juniarto Suhandinata, Ketua Panpel kepada detikcom di Media Room, Tenis Indoor, Rabu (15/12/2004). Memang dibandingkan media room saat Indonesia Open masih kalah jauh saat Piala Thomas/Uber. Menurut pengamatan detikcom pada pagi hari, dalam ruangan seluas 4x10 meter terdapat enam unit komputer dan delapan unit sambungan telepon, sebuah televisi 21 inchi, tiga buah printer dan sebuah mesin faks.Menurut seorang petugas komputer bernama Kusmana, komputer yang ada di media room hanya dapat mengakses data internal dan mengetik. "Ada delapan unit komputer yang akan mengakses data internal namun hanya tiga yang saling terhubung antara satu dengan yang lain. Yang satu di lapangan, satu buah di sekretariat dan satu buah di sini. Lima buah dipakai untuk wartawan," kata Kusmana.Minimnya fasilitas media room sempat dikeluhkan para wartawan peliput. Oleh karenanya mulai hari Rabu(15/12/2004) ini panpel telah siap menambah beberapa unit komputer yang bisa dipakai untuk on-line. "Hari ini kami sudah pasang empat unit yang bisa dipakai untuk internet. Rencananya kami akan memasang 20 unit. Untuk line telepon disediakan delapan tapi kalau pakai harus bayar. Kalau ingin gratis memakai komputer ini saja," kata Juniarto sambil menunjuk komputer bermerek Dell.Meski fasilitas media roomnya minim namun hal ini tidak menyurutkan wartawan meliput turnamen berhadiah total US$ 170 ribu. "Wartawan yang datang tetap banyak apalagi kalau pertandingan malam hari," ujar Kusmana. (key/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads