Atmosfer Kota Kretek -- julukan Kudus -- yang tak terlalu ramai menjadi salah satu hal yang mendukung hal tersebut. Selain itu, para pemain tak memiliki kebebasan untuk keluar dari area karantina.
Para pemain juga tak tersentuh oleh penghuni PB Djarum lainnya. Sejak berlatih 15 April sampai hari terakhir, 25 April, 17 lapangan dikhususkan untuk persiapan tim Thomas dan Uber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer tim Uber Imelda Wiguna juga melihat dampak positif lain yang didapatkan Bellaetrix Manuputty dkk. Kudus disebutnya memiliki filter informasi.
"Ada bagusnya para pemain di sini bersama sama. Mereka tidak terlalu mendengar atau membaca omongan negatif dari media. Anak-anak, kalau dari pengalaman, harus menjaga perasaan. Perempuan kan lebih sensitif," kata Imelda.
Pelatih fisik pelatnas Felix Ary menambahkan pelaksanaan karantina membuat para pemain mulai beradaptasi dengan suasana New Delhi, India, lokasi digelarnya Piala Thonas Uber 2014.
"Tidak ada mobil pribadi, tidak mudah kemana-mana," kata Felix.
"Kebersamaan juga lebih terbangun. Para pemain selalu bersama-sama," imbuh dia.
Tim yang digodok di Kudus saat ini baru berupa tim bayangan. Tim inti akan diumumkan 10 hari setelah simulasi di Solo pada 26 April.
(fem/din)











































