Menjadi tuan rumah Piala Thomas Uber 2014, India dianggap punya potensi merusak target yang dicanangkan PB PBSI. Bukan hanya soal perlawanan pemainnya, tapi karena beragam makanan yang bisa menyebabkan diare.
Β
Semakin mendekati bergulirnya Piala Thomas Uber mulai 18-25 Mei di New Delhi, kewaspadaan tim Thomas dan Uber ditingkatkan. Tak hanya mengetahui kekuatan lawan, tapi kondisi pemain serta pemetaan lingkungan tempat digelarnya event juga menjadi perhatian.
Β
Sejatinya India bukan negara baru bagi para peman yang saat ini di tim bayangan Thomas Uber. Namun, level kejuaraan beregu menjadikan pemain diwajibkan ekstra hati-hati.
Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan yang pernah tinggal selama tiga tahun di India pun mewanti-wanti agar para pemain tidak sembarangan untuk coba-coba makanan. Soalnya, kalau tidak cocok pemain malah bisa terancam kena diare.
Β
"India ini medannya agak berbeda. Jangan terkooptasi, terkontaminasi apapun yang mengubah kondisi kita," sahut Gita saat mengunjungi karantina Tim Thomas-Uber Indonesia di PB Djarum Kudus.
"Diare! Kalau suka kari dan tahan enggak papa, tapi kalau tidak terbiasa jangan! Apalagi coba-coba satu jam sebelum pertandingan," lanjut Gita kepada para pemain pada acara tatap muka, Rabu (23/4/2014)
Β
"Para pemain juga harus menjaga kondisi. Semakin mendekati pelaksanaan Piala Thomas Uber, waspada sakit dan cedera," tegasnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































