Bukan sekali ini saja Firda menjadi nominasi tim Uber. Dia punya pengalaman ikut seleksi sejak 2004, ketika usianya masih 18 tahun. Namun, pada edisi ini Firda mengikuti seleksi sebagai pebulutangkis nonpelatnas.
"Pengalaman dia dibutuhkan untuk tim ini. Memang Firda sering mengkhawatirkan jika main di perorangan tapi kalau main beregu dia berubah jadi singa," kata Imelda Wiguna, manajer tim Uber.
Ujian besar akan dijalani Firda pada Sabtu (26/4/2014) sore di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, lewat simulasi. Tak hanya menyangkut penampilan di lapangan, tapi juga kepemimpinannya.
Firda menjadi calon kuat sebagai kapten tim bayangan Uber. Kesepakatan itu disuarakan para pemain pada hari terakhir karantina di Kudus, Jawa Tengah Kamis (24/4/2014).
"Sampai saat ini belum ada kepastian pemain mana yang akan mengisi tim inti. Bahkan Firda yang punya pengalaman panjang juga belum. Memang stok pemainnya ini, ini saja tapi proses belum selesai," ucap Imelda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kesepakatan dari para pemain putri untuk menunjuk Firda menjadi kapten. Tentu saja kapten untuk tim bayangan. Nanti akan kami lihat seperi apa hasil simulasi," kata perempuan yang akrab disapa Endah itu.
Firda akan tampil pada penutup duel tim Uber Indonesia A dengan Indonesia B. Dia dijadwalkan berjumpa dengan Maria Febe Kusumastuti.
Simulasi tim Uber dimulai pukul 14.00 WIB dengan partai pertama akan mempertemukan Bellaetrix Manuputty dengan Linda Wenifaneri, kemudian partai kedua Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari versus Della Destiara Haris/Anggia Shitta Awanda.
Tunggal putri potensi yang didapuk mengisi partai ketiga, Ramadini, diadu dengan Aprilia Yuswandari. Lantas Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta menghadapi Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah.
(fem/mfi)











































