Ihsan mencuri perhatian dalam simulasi Piala Thomas 26 April lalu. Kala itu, dia mengalahkan Sony Dwi Kuncoro lewat laga dua gim 21-19, 21-18 pada partai ketiga antara Indonesia A dan Indonesia B di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah.
Hasil positif itu menjadi kemenangan perdana Ihsan yang masih berada di urutan ke-198 dunia atas Sony pada laga yang ditonton publik. Kemenangan lain pernah dibuat Ihsan tapi hanya dalam latihan di pelatnas bulutangkis Cipayung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setelah pengumuman itu saya langsung telpon ayah. Beliau senang sekali saya masuk tim Piala Thomas,” kata Ihsan seperti dikutip Badmintonindonesia.
“Saya kaget sekali dipanggil masuk tim Piala Thomas. Soalnya masih banyak pemain-pemain yang lebih senior dari saya seperti mas Sony (Dwi Kuncoro), Wisnu (Yuli Prasetyo) dan Riyanto (Subagja),” ujar pemain asal PB Djarum Kudus ini.
Pemain yang belum genap berusia 19 tahun tersebut memang mulai naik kelas. Dia mulai sering tampil di grand prix gold setelah meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Junior 2013 di Bangkok.
“Saya kurang tahu kenapa saya terpilih. Mungkin penilaiannya adalah saat karantina dan simulasi, saya selalu dalam keadaan fit,” kata Ihsan.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan, jika diturunkan, saya akan berusaha menyumbangkan poin untuk tim Indonesia,” tutur dia.
(fem/rin)










































