Outbond, Salah Satu Cara Skuat Thomas-Uber Indonesia Asah Kerjasama Tim

Outbond, Salah Satu Cara Skuat Thomas-Uber Indonesia Asah Kerjasama Tim

- Sport
Sabtu, 03 Mei 2014 21:37 WIB
Outbond, Salah Satu Cara Skuat Thomas-Uber Indonesia Asah Kerjasama Tim
detikSport/Femidiah
Bogor - Tim Thomas-Uber Indonesia terus menggeber persiapan. Salah satunya dengan membangun kerjasama dan kebersamaan tim (team building) lewat kegiatan outbond.

Aktivitas outbond, yang dilangsungkan di Rumah Air, Bogor, Sabtu (3/5/2014), tersebut dimulai dengan pemanasan yang diikuti seluruh barisan pelatih, manajer, dan pemain. Pebulutangkis putri Rizki Amelia Pradipta yang cedera engkel juga tetap dibawa meski tak ikut berkegiatan.

Setelah pemanasan, seluruh tim menjalani permainan Rolet. Permainan itu dilanjutkan dengan Escape from Alcatraz yang menuntut ingatan para peserta. Game yang layaknya mine sweeper di PC itu diaplikasikan ke pemain, manajer dan pelatih tim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Rolling Game, yang menjadi inti team building, dimainkan kemudian. Para pemain dibagi menjadi empat grup yakni Semut Merah, Rebut, Garuda, dan Pantura.

Di akhir permainan ini grup Pantura yang yang diisi oleh Mohammad Ahsan, Maria Febe Kusumastuti, Tiara Rosalia Nuraidah, Ricky Karanda Suwardi, Joko Suprianto, Eng Hian, Hendri Saputra, Iwan Hermawan (pelatih fisik), dan Hasanudin Purnama menjadi tim terbaik dengan 230 ribu poin.

"Seru! Buat hiburan, juga membangun kekompakan tim dengan dibagi menjadi kelompok-kelompok. Bagian paling sulit yang Escape from Alcatraz. Latihan untuk mengingat-ingat," ceplos Kapten tim Uber Indonesia Adriyanti Firdasari.

"Yang bisa diambil dari kegiatan ini kami jadi lebih bisa mecahin masalah kekompakan, di saat-saat sulit bisa mecahin masalah," kata Firda, yang dalam kegiatan ini tergabung dalam grup Rebut.

Kapten tim Thomas Indonesia Hendra Setiawan juga menyambut positif kegiatan itu. "Kegiatan ini perlu saya rasa karena jarang bisa kumpul. Manfaatnya bisa menambah kebersamaan dan have fun, besok sudah pulang jadi enggak melelahkan dan bisa fokus lagi," katanya.

Sebelumnya pembentukan tim dilakukan dengan karantina di Kudus selama 10 hari.



(fem/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads