Fransisca Bukti Awal Hendrawan

Indonesia Terbuka 2004

Fransisca Bukti Awal Hendrawan

- Sport
Jumat, 17 Des 2004 03:14 WIB
Jakarta - Pelatih tunggal putri Hendrawan memprediksikan pebulutangkis putri Indonesia baru akan unjuk gigi tahun depan. Namun Fransisca Ratnasari Haris membuktikan omongan pelatihnya itu lewbih awal.Nana, sapaan Fransisca, melaju ke babak perempatfinal Indonesia Terbuka 2004 setelah menaklukkan unggulan pertama dari Prancis, Pi Hongyang, Kamis (16/12/2004). Ia bertarung habis-habisan sepanjang tiga set sebelum menang 11-5 7-11 dan 13-12.Gadis berusia 18 tahun ini sekaligus menyelamatkan muka Indonesia karena menjadi satu-satunya wakil tuan rumah di nomor tunggal putri yang mampu menerobos babak delapan besar.Ini merupakan pencapaian terbaik bagi pemain yang masuk pelatnas mulai Agustus 2003 ini. Tahun ini prestasi terbaiknya adalah babak 16 besar turnamen Vietnam Satelit dan Asia Satelit, serta 32 besar di kejuaraan dunia yunior bulan Oktober lalu.Pencapaian Nana juga menjadi prestasi tersendiri pelatihnya, Hendrawan. Diakui peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 itu, melatih tunggal putri adalah tanggung jabwab berat yang mesti diembannya hingga empat tahun depan. Ia menyandang tugas tersebut sejak kepengurusan PB PBSI dipimpin Sutiyoso.Kemandekan prestasi tunggal putri Indonesia yang terlalu lama membuat perubahan tak semudah membalik telapak tangan. "Dari awal hingga pertengah tahun saya belum bisa menjanjikan apa-apa. Tetapi mulai pertangahan sampai akhir tahun depan, tunggal putri kita harapkan bisa bicara lebih banyak," terang Hendrawan kepada detikcom dan Jakarta Pos. Ditambahkan pahlawan kemenangan Indonesia saat menjuarai Piala Thomas 2002 lalu, yang coba dilakukannya saat ini adalah mengubah pola latihan, dan terutama pola pikir para pemain putri menghadapi sebuah turnamen besar."Kalau mereka turun di turnamen berbintang dan kalah di babak awal, akibatnya mental mereka down dan merasa rendah diri. Di sini saya harus membesarkan hati mereka. Kalau tak bisa mengatasi itu, bagaimana bisa maju," tandasnya.Nyatanya Hendrawan tidak asal bicara. Dalam waktu yang relatif singkat, beberapa anak asuhnya berhasil masuk jajaran elit di Asia Tenggara. Sejak melatih dua bulan lalu ia ikut mengatarkan Maria Kristin menjuarai Malaysia Satelit bulan november lau. Istimewanya, Maria mengalahkan Ardianti Firdasari yang notabene pemain binaannya juga.Tak heran tahun depan Hendrawan menatap emas SEA Games sebagai target yang harus bisa capai anak-anaknya asuhnya. Ia merasa yakin akan sukses karena kualitas pemain tunggal putri Indonesia sedikit di atas rival-rivalnya dari Aisa Tenggara."Asia Tenggara 'kan level internasional yang paling dekat. Kalau kita tidak bisa berprestasi di sana, bagaimana bisa mencapai level dunia. Mereka bisa bersaing kok," imbuh ayah dua anak ini. Pencapaian Nana malam ini paling tidak sudah melebihi prediksi Hendrawan yang semula tidak menargetkan apa-apa di turnamen ini. Meski demikian dia juga tidak merasa heran dan menganggap kemenangan Nana sebuah kebetulan karena pemainnya itu memang sudah bekerja keras. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads