Logistik Thomas-Uber: PBSI Kirim 200 Kg Beras dan Dua Koki ke India

Piala Thomas-Uber

Logistik Thomas-Uber: PBSI Kirim 200 Kg Beras dan Dua Koki ke India

- Sport
Selasa, 06 Mei 2014 12:42 WIB
Logistik Thomas-Uber: PBSI Kirim 200 Kg Beras dan Dua Koki ke India
detikSport/Femidiah
Jakarta -

Bukan cuma kesiapan pemain dan strategi tanding yang dipikirkan PBSI di Piala Thomas-Uber. Untuk asupan makanan sepanjang turnamen juga disiapkan, termasuk menerbangkan 200 kg beras dan dua koki ke India.

Dengan status tuan rumah, India tak hanya dipandang sebagai salah satu kompetitor yang diwaspadai pada Piala Thomas dan Uber 2014. Tapi menu makan di India juga jadi β€˜musuh’ yang harus diwaspadai.
Β 
Dari pengalaman para pemain, persoalan higienis, makanan serba rempah dengan kadar yang berlebihan menjadi tidak ramah untuk pencernaan.

"Kalau di India nafsu makan saya selalu turun. Susah makan di sana," curhat Hendra Setiawan, kapten tim Thomas.
Β 
Penggawa tim Thomas lainnya, Tommy Sugiarto mengamini. Bahkan dia menegaskan pengalaman itu tak hanya menimpa para pemain Indonesia. Pemain negara lain juga mengungkapkan keluhan serupa.
Β 
"Jadi kalau mau bilang prestasi kita enggak oke di India karena masalah makanan itu tidak pas. Pemain lain juga mempunyai persoalan serupa,” kata Tommy.
Β 
Nah, PBSI pun mengantisipasi persoalan itu dalam menghadapi Piala Thomas Uber 2014. Chef de Mission Anton Subowo bersama ahli gizi PP PBSI Laila Hamid merancang solusi yang dianggap paling tepat untuk mengatasi itu.
Β 
PBSI pun mencari informasi lengkap jenis beras, bumbu, serta peralatan memasak dan makan di New Delhi. Beruntung pihak kedutaan Indonesia di India memberikan bantuan. Lewat kedutaan PBSI mendapatkan daftar bahan makanan dan peralatan dapur yang biasa dikonsumsi dan digunakan di pelatnas tapi tak ada di New Delhi.
Β 
"Para pemain tidak boleh makan makanan yang tidak enak, maksudnya tidak familiar dengan lidah mereka. Beras menjadi bahan bakar utama keseharian mereka, makanya kami harus membawa beras dari Jakarta," kata Ela, sapaan karib Laila.
Β 
"Bumbu-bumbu yang dibutuhkan sudah dikemas sesuai menu yang saya atur buat tim selama di sana," jelas dia.
Β 
Untuk kebutuhan sayur mayur dan buah, Ela mau tidak mau harus berkompromi dengan apa yang ada di India. Sebisa mungkin dia mendapatkan buah dan sayur yang sudah biasa dikonsumsi para pemain.
Β 
Kedutaan juga memberikan fasilitas lain untuk mendukung timnas. Mereka menyediakan mobil operasional dan dapur. Untuk urusan peralatan masak, PBSI memang harus menyediakan sendiri. Sebab, kedutaan tak pernah membuat memasak dalam jumlah yang besar.
Β 
"Saat masih tahap latihan, tim akan makan di kedutaan. Kalau sudah masuk masa pertandingan kami siapkan makanan kemasan yang mudah dipindahkan ke stadion. Semua sudah disiapkan secara detil," kata perempuan berambut pendek itu.
Β 
Ela tak bekerja sendirian dalam menyiapkan makanan. Dia memboyong dua koki pelatnas yang bertanggung jawab kepada ketersediaan makanan selama di India.
Β 
"Dua koki cukup. Kami juga ikut pemanasan saat karantina di Kudus," ucap dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(fem/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads