PB PBSI membawa sendiri beras sebanyak 200 kg dan dua orang koki demi menjamin kebersihan makanan penggawa tim Thomas-Uber. Beras itu dititipkan ke pemain, dengan masing-masing dibekali 2-4 kg.
PBSI memutuskan membawa sendiri beras dari Indonesia karena berdasarkan pengalaman para pemain persoalan kebersihan menjadi kendala yang bisa menyulitkan selama turnamen digelar. Demi tidak merepotkan saat membawanya ke India, akhirnya diputuskan kalau beras tersebut dibagi-bagi ke para pemain dan pelatih sampai manajer tim.
Masing-masing pemain wajib menyelipkan 2-4 kilogram beras ke dalam koper mereka. Pada 10 Mei nanti, sejumlah perwakilan tim juga lebih dulu terbang untuk mengangkut logistik lainnya.
Β
"Itu tidak masalah, malah lebih ringan karena tak perlu membawa alat masak seperti pada kejuaraan perorangan," kata Linda Wenifanetri, tunggal pertama Tim Uber.
Β
Saking susahnya mendapatkan makanan yang higienis dan sesuai selera, para pemain selalu membawa alat masak dan bumbu dapur setiap kali menghadapi turnamen di India. Sebab, tak sedikit para pemain yang punya pengalaman kurang menyenangkan saat jajan di restoran di India.
Β
"Saya mempunyai pengalaman buruk beberapa kali saat main di India. Saat pertama kalinya ke India, saya diserang diare, untungnya enggak sampai harus WO," kata Linda.
Β
Pengalaman itu didapatkan ketika memperkuat tim junior dalam Kejuaraan Dunia Junior 2008 di Pune, India. Usai pertandingan, Linda dan tim makan bersama di sebuah resto ikan bakar.
Β
"Saat makan belum berasa, tapi pas sampai hotel malah sakit perut, sampai harus buang-buang air. Sejak itu saya selalu bawa kompor dan alat masak kalau ke India," ucap Linda.
Β
Pengalaman lain didapatkan ketika tampil pada India Grand Prix Gold 2012. Kejadian tak mengenakkan itu didapatkan saat sarapan di hotel tempat menginap tim Indonesia. Saat sarapan Linda sudah mencium aroma tidak enak pada sop yang dimakannya, dan tidak lama kemudian dia sakit perut.
Β
"Jadi mending membawa peralatan masak dan belanja bahan makanan. Jadi kita tahu, bahan-bahan dicuci dengan bersih,β ucap pemain PB Jaya Raya Suryanaga itu. Toh, lanjut dia, para pemain terbiasa bergotong-royong saat menyiapkan makanan. "Saya biasanya dapat tugas masak, ada pula yang bagian cuci piring, dan meracik bahan makanan," ucap dia.
Β
Selain itu, PP PBSI menyertakan ahli gizi Laila Hamid dan dua koki yang bertanggung jawab atas ketersediaan makanan untuk tim. Dapur disediakan oleh KBRI di New Delhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































