Pendapat Icuk ini bukan tanpa alasan. Dia menyebut, pemain unggulan China seperti Lin Dan sudah mulai dimakan usia. Saat ini pebulutangkis yang dijuluki "Super Dan" itu sudah berusia 30 tahun.
Selain itu, Icuk juga mengatakan bahwa Indonesia punya peluang mengalahkan China dari nomor ganda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bisa ambil contoh Simon Santoso yang berhasil mengalahkan Lee Chong Wei di Singapura. Artinya apa? Berarti kan tidak ada orang yang tidak bisa."
"Sama seperti Lin Dan, kita anggap seorang Lin Dan adalah super. Mungkin iya dari segi skill, tapi kita juga tak boleh lupa, sebenarnya dia juga sedang bertarung dengan usianya. Pengalaman saya sebagai atlet, sudah melewati usia 30 ke atas, itu kita lagi ngobrol begini bangun pagi belum tentu sehatnya seperti ini. Itu bedanya dengan anak usia 21-22 tahun."
"Makanya orang-orang seperti Lee Chong Wei, Lin Dan, itu sebenarnya lawan terberatnya adalah badannya sendiri. Kalau semangat 'kan iya saja, tapi usia tidak bisa dibohongi," terangnya.
Kendati begitu, aku Icuk, bukan berarti tim Thomas meremehkan. Tetap ada strategi yang harus dimainkan di ajang tersebut.
"Strategi tentu ada. Artinya kita fokus di empat poin partai, lalu untuk mengatasi Lin Dan korbanin dengan pemain yang tidak bagus. Bisa Ihsan atau Simon Santoso. Jadi Hayom dan Tommy Sugiarto bisa diistirahatkan. Sehingga peluang mengalahkan China selalu terbuka," katanya.
"Selain itu kita juga bisa memanfaatkan poin dari ganda yang kita punya. Karena ganda China kan belum tentu sebagus tim kita."
"Lebih dari itu, saya mendukung dan berdoa agar tim Thomas kita bisa berhasil di India."
(mcy/roz)











































