Ini Dia 10 Penggawa Tim Thomas Indonesia

Ini Dia 10 Penggawa Tim Thomas Indonesia

- Sport
Rabu, 14 Mei 2014 16:21 WIB
Ini Dia 10 Penggawa Tim Thomas Indonesia
ANTARA
Jakarta - Dua tahun lalu Indonesia terpuruk di gelaran Piala Thomas. Tahun ini ke-10 pemain ini menjadi andalan untuk membawa pulang trofi yang terakhir kali dimenangi Indonesia di tahun 2002 itu.

Dari 10 pemain, enam di antaranya berpengalaman bermain di Piala Thomas (2010 atau 2012). Pemain ganda putra Hendra Setiawan dipercaya sebagai kapten tim.

Berikut ini profil singkat 10 penggawa tim Piala Thomas Indonesia 2014:






ANTARA

1. Tommy Sugiarto

Tommy menjadi tunggal putra terbaik nasional tahun ini dengan ada di peringkat kelima dunia. Nama dia pun menjadi pilihan pertama mengisi jajaran tunggal putra tim inti Thomas ke New Delhi, India mulai 18-25 Mei.

Sejatinya Tommy tak benar-benar asing dengan Piala Thomas. Dia tercatat sebagai tunggal keempat Piala Thomas 2008 di Jakarta namun tak mendapatkan kesempatan tampil sekalipun. Selain Tommy, kala itu tim Merah Putih diperkuat Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso.

Kesempatan melayang dua tahun kemudian. "Tahun 2010 saya menang saat seleksi penentuan tunggal keempat tapi tak masuk tim inti," kata pemain yang besar dari PB Pelita Bakrie itu.

Tapi didapatkan lagi di Wuhan, China 2012. Tommy naik kelas ke posisi tunggal ketiga dengan tunggal pertama diisi Taufik Hidayat, Simon Santoso sebagai tunggal kedua dan Dionysius Hayom Rumbaka jadi tunggal keempat.

Kali ini, Tommy ingin membuktikan kalau bukan sekadar macan kertas. Dia ingin status tunggal pertama dengan didampingi Hayom, Simon dan Ihsan Maulana Mustofa benar-benar menjadi pembuka jalan dalam tiap pertandingan yang dilakoni di New Delhi, India.

"Saya membawa semangat untuk menyumbangkan poin buat timnas!," ujar Tommy.
Β 

1. Tommy Sugiarto

Tommy menjadi tunggal putra terbaik nasional tahun ini dengan ada di peringkat kelima dunia. Nama dia pun menjadi pilihan pertama mengisi jajaran tunggal putra tim inti Thomas ke New Delhi, India mulai 18-25 Mei.

Sejatinya Tommy tak benar-benar asing dengan Piala Thomas. Dia tercatat sebagai tunggal keempat Piala Thomas 2008 di Jakarta namun tak mendapatkan kesempatan tampil sekalipun. Selain Tommy, kala itu tim Merah Putih diperkuat Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso.

Kesempatan melayang dua tahun kemudian. "Tahun 2010 saya menang saat seleksi penentuan tunggal keempat tapi tak masuk tim inti," kata pemain yang besar dari PB Pelita Bakrie itu.

Tapi didapatkan lagi di Wuhan, China 2012. Tommy naik kelas ke posisi tunggal ketiga dengan tunggal pertama diisi Taufik Hidayat, Simon Santoso sebagai tunggal kedua dan Dionysius Hayom Rumbaka jadi tunggal keempat.

Kali ini, Tommy ingin membuktikan kalau bukan sekadar macan kertas. Dia ingin status tunggal pertama dengan didampingi Hayom, Simon dan Ihsan Maulana Mustofa benar-benar menjadi pembuka jalan dalam tiap pertandingan yang dilakoni di New Delhi, India.

"Saya membawa semangat untuk menyumbangkan poin buat timnas!," ujar Tommy.
Β 

2. Dionysius Hayom Rumbaka

Kendati telat memulai karier bulutangkis Dionysius Hayom Rumbaka bisa mengejar prestasi di level dewasa. Faktanya, pemuda kelahiran Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut sudah mengisi tim inti pada Piala Thomas 2010.

Kala itu Hayom hanya jadi tunggal keempat. Kini, peringkatnya melejit sebagai pemain tunggal kedua nasional.

"Piala Thomas ini benar-benar mempunyai atmosfer yang berbeda. Tekanannya luar biasa. Baru jalan keluar dari ruang ganti saja rasanya sudah serba salah," kata Hayom.

Semangat apa yang membawa hayom untuk tampil habis-habsian kali ini? "Demi ibu dan ayah serta kakak yang bergantian memboncengkan saya naik vega atau sepeda motor pinjaman bolak-balik dari rumah ke klub, saya akan berjuang habis-habisan nanti," ujar pemain yang besar di PB Djarum Kudus itu.
Β 

2. Dionysius Hayom Rumbaka

Kendati telat memulai karier bulutangkis Dionysius Hayom Rumbaka bisa mengejar prestasi di level dewasa. Faktanya, pemuda kelahiran Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut sudah mengisi tim inti pada Piala Thomas 2010.

Kala itu Hayom hanya jadi tunggal keempat. Kini, peringkatnya melejit sebagai pemain tunggal kedua nasional.

"Piala Thomas ini benar-benar mempunyai atmosfer yang berbeda. Tekanannya luar biasa. Baru jalan keluar dari ruang ganti saja rasanya sudah serba salah," kata Hayom.

Semangat apa yang membawa hayom untuk tampil habis-habsian kali ini? "Demi ibu dan ayah serta kakak yang bergantian memboncengkan saya naik vega atau sepeda motor pinjaman bolak-balik dari rumah ke klub, saya akan berjuang habis-habisan nanti," ujar pemain yang besar di PB Djarum Kudus itu.
Β 

3. Simon Santoso

Simon Santoso kembali ke habitatnya dalam Piala Thomas 2014: sebagai tunggal ketiga. Sempat digadang-gadang mengisi kursi Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro sebagai pemain terbaik nasional, Simon malah dirundung malang bertubi-tubi sejak 2013. Duka menyelimuti saat ayah dia, Hosea Lim, meninggal dunia. Simon juga mulai terganggu dengan gondongan yang tak kunjung sembuh.

Pemain yang besar di PB Tangkas, Jakarta itu pun menjadi lebih sering absen sepanjang tahun itu. Termasuk saat harus mempertahankan gelar juara di Indonesia Terbuka.

Kondisi dia diperburuk dengan salah posisi tidur dan hingga memutuskan mundur sejak hari pertama. Akibatnya ranking pemain asal Tegal, Jawa Tengah itu merosot tajam.

Namun, di akhir 2013 Simon memilih mundur dari pelatnas. Tapi ledakan justru ditunjukkan ketika tampil di Malaysia Open Grand Prix Gold dengan menjadi juara dan berlanjut meraup predikat kampiun di Singapura Open. PBSI pun mempercayakan tunggal ketiga kepadanya, menggeser Sony yang punya peringkat lebih baik.

"Saya akan tampil sebaik-baiknya dan berusaha menyumbangkan poin," kata Simon sesaat setelah terpilih dalam tim inti.
Β 

3. Simon Santoso

Simon Santoso kembali ke habitatnya dalam Piala Thomas 2014: sebagai tunggal ketiga. Sempat digadang-gadang mengisi kursi Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro sebagai pemain terbaik nasional, Simon malah dirundung malang bertubi-tubi sejak 2013. Duka menyelimuti saat ayah dia, Hosea Lim, meninggal dunia. Simon juga mulai terganggu dengan gondongan yang tak kunjung sembuh.

Pemain yang besar di PB Tangkas, Jakarta itu pun menjadi lebih sering absen sepanjang tahun itu. Termasuk saat harus mempertahankan gelar juara di Indonesia Terbuka.

Kondisi dia diperburuk dengan salah posisi tidur dan hingga memutuskan mundur sejak hari pertama. Akibatnya ranking pemain asal Tegal, Jawa Tengah itu merosot tajam.

Namun, di akhir 2013 Simon memilih mundur dari pelatnas. Tapi ledakan justru ditunjukkan ketika tampil di Malaysia Open Grand Prix Gold dengan menjadi juara dan berlanjut meraup predikat kampiun di Singapura Open. PBSI pun mempercayakan tunggal ketiga kepadanya, menggeser Sony yang punya peringkat lebih baik.

"Saya akan tampil sebaik-baiknya dan berusaha menyumbangkan poin," kata Simon sesaat setelah terpilih dalam tim inti.
Β 

4. Ihsan Maulana Mustofa

Ihsan Maulana Mustofa menjadi nama baru dalam tim Thomas. Namanya menarik perhatian sejak simulasi di Solo 26 April 2014. Ihsan mengalahkan seniornya, Sony Dwi Kuncoro.

Mengenal bulutangkis dari ayahnya, Mustofa, Ihsan sempat merasa mentok sebagai pemain tunggal. Keinginan besar sempat diusung untuk menjadi yang terbaik sejagad meski di level junior (U-19), namun Ihsan hanya membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia Junior 2013.

Pebulutangkis yang besar di PB Djarum Kudus itu digadang-gadang meneruskan jejak Taufik Hidayat. Piala Thomas menjadi batu loncatan untuk mengenal atmosfer kejuaraan level dewasa sedunia.

"Kalau saya diberi kesempatan main, saya akan sumbangkan poin untuk tim," ucap Ihsan.
Β 

4. Ihsan Maulana Mustofa

Ihsan Maulana Mustofa menjadi nama baru dalam tim Thomas. Namanya menarik perhatian sejak simulasi di Solo 26 April 2014. Ihsan mengalahkan seniornya, Sony Dwi Kuncoro.

Mengenal bulutangkis dari ayahnya, Mustofa, Ihsan sempat merasa mentok sebagai pemain tunggal. Keinginan besar sempat diusung untuk menjadi yang terbaik sejagad meski di level junior (U-19), namun Ihsan hanya membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia Junior 2013.

Pebulutangkis yang besar di PB Djarum Kudus itu digadang-gadang meneruskan jejak Taufik Hidayat. Piala Thomas menjadi batu loncatan untuk mengenal atmosfer kejuaraan level dewasa sedunia.

"Kalau saya diberi kesempatan main, saya akan sumbangkan poin untuk tim," ucap Ihsan.
Β 

5. Hendra Setiawan

Besar dari keluarga bulutangkis membuat Hendra Setiawan akrab dengan olahraga tepok bulu itu sejak kecil. Ayahnya, Ferry Yugianto, memang ingin salah satu anaknya bisa menjadi juara dunia.

Tak banyak cakap, Hendra menjawab keinginan sang ayah. Malah Hendra tak hanya menjawab sekali, tapi dua kali.

Titel juara dunia disabet dia saat berpasangan dengan Markis Kido pada 2007 di Kuala Lumpur. Lima tahun kemudian gelar itu kembali didapatkan bersama Mohammad Ahsan di Guangzhou.

Kini, Hendra didapuk menjadi pilar tim Thomas. Tak cuma itu dia dipercaya menjadi kapten. Pengalaman, ketenangan dan sederet prestasi yang sudah dimiliki membuat para pemain respek dengan tiga situ.

"Saya yakin, sekarang saatnya untuk membawa pulang Piala Thomas. Kekuatan negara lain merata, jadi bukan tidak mungkin kesempatan itu ada," ujar pemilik medali emas Olimpide 2008 ganda campuran itu.
Β 

5. Hendra Setiawan

Besar dari keluarga bulutangkis membuat Hendra Setiawan akrab dengan olahraga tepok bulu itu sejak kecil. Ayahnya, Ferry Yugianto, memang ingin salah satu anaknya bisa menjadi juara dunia.

Tak banyak cakap, Hendra menjawab keinginan sang ayah. Malah Hendra tak hanya menjawab sekali, tapi dua kali.

Titel juara dunia disabet dia saat berpasangan dengan Markis Kido pada 2007 di Kuala Lumpur. Lima tahun kemudian gelar itu kembali didapatkan bersama Mohammad Ahsan di Guangzhou.

Kini, Hendra didapuk menjadi pilar tim Thomas. Tak cuma itu dia dipercaya menjadi kapten. Pengalaman, ketenangan dan sederet prestasi yang sudah dimiliki membuat para pemain respek dengan tiga situ.

"Saya yakin, sekarang saatnya untuk membawa pulang Piala Thomas. Kekuatan negara lain merata, jadi bukan tidak mungkin kesempatan itu ada," ujar pemilik medali emas Olimpide 2008 ganda campuran itu.
Β 

6. Mohammad Ahsan

Mohammad Ahsan langsung dihadapkan target tinggi dalam Piala Thomas 2014. Sebagai tumpuan pertama ganda putra, bersama Hendra Setiawan, Ahsan diharapkan berperan untuk membawa pulang trofi yang sudah melayang sejak 12 tahun lalu itu.

"Saya tak menjadikan ini sebagai beban, tapi sebuah tantangan yang harus dihadapi. Dari dulu (sejak masuk platnas 2006) juga sudah ditarget melulu," ucap pebulutangkis yang memulai karier di PB Pupuk Sriwijaya Palembang itu.

Dalam dua kali Piala Thomas sebelumnya, Ahsan memang belum didapuk sebagai ganda pertama. Pada 2010 dia "mendadak" dipasangkan dengan pemain ganda campuran Nova Widianto.

Dua tahun kemudian barulah Ahsan duet dengan pasangan yang sebenarnya, Bona Septano, tapi bukan jadi ganda pertama. Kala itu Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi ganda terbaiknya.

Satu semangat besar dibawa Ahsan untuk kedua orang tua yang sudah mengenalkan dia kepada bulutangkis dan terus menyuntikkan semangat. "Kalau ingat dulu naik angkutan umum, sampai dua kali satu kali jalan, rasanya trofi itu memang layak untuk didapatkan," ucap Ahsan.

6. Mohammad Ahsan

Mohammad Ahsan langsung dihadapkan target tinggi dalam Piala Thomas 2014. Sebagai tumpuan pertama ganda putra, bersama Hendra Setiawan, Ahsan diharapkan berperan untuk membawa pulang trofi yang sudah melayang sejak 12 tahun lalu itu.

"Saya tak menjadikan ini sebagai beban, tapi sebuah tantangan yang harus dihadapi. Dari dulu (sejak masuk platnas 2006) juga sudah ditarget melulu," ucap pebulutangkis yang memulai karier di PB Pupuk Sriwijaya Palembang itu.

Dalam dua kali Piala Thomas sebelumnya, Ahsan memang belum didapuk sebagai ganda pertama. Pada 2010 dia "mendadak" dipasangkan dengan pemain ganda campuran Nova Widianto.

Dua tahun kemudian barulah Ahsan duet dengan pasangan yang sebenarnya, Bona Septano, tapi bukan jadi ganda pertama. Kala itu Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi ganda terbaiknya.

Satu semangat besar dibawa Ahsan untuk kedua orang tua yang sudah mengenalkan dia kepada bulutangkis dan terus menyuntikkan semangat. "Kalau ingat dulu naik angkutan umum, sampai dua kali satu kali jalan, rasanya trofi itu memang layak untuk didapatkan," ucap Ahsan.

7. Rian Agung Saputro

Kecintaan Rian Agung Saputro kepada bulutangkis bermula dari sekadar hobi. Hanya ikut-ikutan nonton dan bermain bulutangkis di halaman depan rumah, Rian mulai bergabung dengan PB Seribu Karanganyar, Jawa Tengah.

PMS Solo jadi klub keduanya. Bertahan satu tahun, putra pasangan Mariadi dan Sri Sudariatmi itu pindah ke klub Golden Star. "Waktu itu main bulutangkis buat hobi saja, tidak berniat jadi juara," kata Rian.

Terlanjur suka, bolak-balik Karanganyar-Solo sepulang sekolah selalu dijalani Rian dengan bersemangat. Jalan terbuka ketika ada pemandu bakat dari klub Banjarmasin, Kalimantan Selatan Bina Benua memintanya bergabung. Belum mengalami perkembangan prestasi, klub itu malah bubar.

Rian pun hijrah ke Pandu Siwi yang juga masih di Banjarmasin. Mulai kerap tampil di sirkuit nasional, jalan Rian tak mulus. Dia justru sulit menyodok babak perempatfinal. Keputusasaan mulai datang, pikiran untuk berhenti dan bekerja apa saja mulai hinggap.

Momentum didapatkan saat Samarinda menjadi tuan rumah Popnas 2008. Dia didapuk menjadi ganda mewakili Kalsel. Seorang pelatih PB Jaya Raya Suryanaga Aji Santoso (alm) melihat bakatnya. Dia pun diminta untuk bergabung.

Dari sana jalan menuju pelatnas terbuka. Rian pun menjadi salah satu ganda putra yang diharapkan bisa meneruskan dominasi ganda putra Merah Putih dalam persaingan dunia. "Untung saya tak jadi berhenti main bulutangkis. Kalau tidak saya tak akan pernah merasakan kebanggaan dan dagdigdug-nya membela timnas," kata Rian.
Β 
Β 

7. Rian Agung Saputro

Kecintaan Rian Agung Saputro kepada bulutangkis bermula dari sekadar hobi. Hanya ikut-ikutan nonton dan bermain bulutangkis di halaman depan rumah, Rian mulai bergabung dengan PB Seribu Karanganyar, Jawa Tengah.

PMS Solo jadi klub keduanya. Bertahan satu tahun, putra pasangan Mariadi dan Sri Sudariatmi itu pindah ke klub Golden Star. "Waktu itu main bulutangkis buat hobi saja, tidak berniat jadi juara," kata Rian.

Terlanjur suka, bolak-balik Karanganyar-Solo sepulang sekolah selalu dijalani Rian dengan bersemangat. Jalan terbuka ketika ada pemandu bakat dari klub Banjarmasin, Kalimantan Selatan Bina Benua memintanya bergabung. Belum mengalami perkembangan prestasi, klub itu malah bubar.

Rian pun hijrah ke Pandu Siwi yang juga masih di Banjarmasin. Mulai kerap tampil di sirkuit nasional, jalan Rian tak mulus. Dia justru sulit menyodok babak perempatfinal. Keputusasaan mulai datang, pikiran untuk berhenti dan bekerja apa saja mulai hinggap.

Momentum didapatkan saat Samarinda menjadi tuan rumah Popnas 2008. Dia didapuk menjadi ganda mewakili Kalsel. Seorang pelatih PB Jaya Raya Suryanaga Aji Santoso (alm) melihat bakatnya. Dia pun diminta untuk bergabung.

Dari sana jalan menuju pelatnas terbuka. Rian pun menjadi salah satu ganda putra yang diharapkan bisa meneruskan dominasi ganda putra Merah Putih dalam persaingan dunia. "Untung saya tak jadi berhenti main bulutangkis. Kalau tidak saya tak akan pernah merasakan kebanggaan dan dagdigdug-nya membela timnas," kata Rian.
Β 
Β 

8. Angga Pratama

Penantian lima tahun itu akhirnya terjawab. Angga masuk tim inti Piala Thomas untuk pertama kalinya sejak masuk pelatnas Cipayung pada 2009.

"Dua tahun lalu pasangan saya (Rian Agung Saputro) dipanggil tapi saya tidak disertakan. Sekarang saatnya pembuktian buat kami berdua layak jadi ganda kedua nasional," kata Angga.

Sebelum masuk Cipayung, Angga adalah pebulutangkis Pusdiklat Jaya Raya Jakarta. Tiket ke klub yang bermarkas di kawasan Ragunan itu didapatkan dari rekan ayahnya. Kebetulan orang tua Angga hobi bermian bulutangkis.

"Sampai ke sini berkat bapak. Beliau yang sering ngajak saya main bulutangkis dan nonton pertandingan apapun, tingkat RT sampai di Istora," kata Angga.
Β 

8. Angga Pratama

Penantian lima tahun itu akhirnya terjawab. Angga masuk tim inti Piala Thomas untuk pertama kalinya sejak masuk pelatnas Cipayung pada 2009.

"Dua tahun lalu pasangan saya (Rian Agung Saputro) dipanggil tapi saya tidak disertakan. Sekarang saatnya pembuktian buat kami berdua layak jadi ganda kedua nasional," kata Angga.

Sebelum masuk Cipayung, Angga adalah pebulutangkis Pusdiklat Jaya Raya Jakarta. Tiket ke klub yang bermarkas di kawasan Ragunan itu didapatkan dari rekan ayahnya. Kebetulan orang tua Angga hobi bermian bulutangkis.

"Sampai ke sini berkat bapak. Beliau yang sering ngajak saya main bulutangkis dan nonton pertandingan apapun, tingkat RT sampai di Istora," kata Angga.
Β 

9. Berry Angriawan

Bulutangkis sudah lekat dengan Berry Angriawan sejak balita. Maklum, ada lapangan bulutangkis di depan rumah.

Jalan lapang untuk menjadi pemain profesional terbuka ketika ada salah seorang rekan ayahnya yang memberikan tawaran masuk klub di Sukabumi. Tak mau menyiakan kesempatan, sang ayah dan anak berkonspirasi untuk menerima ajakan itu.

Jembatan karier semakin terang saat lamaran Berry ke klub bulutangkis raksasa PB Djarum diterima. Oleh pelatih klub yang bermarkas di Petamburan, Jakarta PUsat itu, Berry dipasangkan dengan Mohammad Ullinuha. Tak butuh wkatu lama keduanya moncer di level nasional dalam kelompok umur mereka. "Kemudian ada seleknas 2009, kami (bersama Muhammad Ullinuha) juara dan lolos ke pelatnas," kenang dia.

Namun, prestasi Berry dan Ullinuha tak segera menunjukkan ledakan besar. Hanya ada sesekali kejutan tapi tak cukup untuk menyodok level dunia. Keduanya pun dibongkar. Berry mulai akrab dengan justru gonta-ganti pasangan.

Kini bersama Ricky Karanda, Beery mulai klop. Keduanya memang dikenal pasangan tukanng angkut air alias siap memanggul beban latihan seberapapun yang diberikan dan siap bekerja keras di setiap pertandingan.

"Ibu masih mengingat timnas mendapatkan Piala Thomas 2002. Mungkin kali ini Ibu bisa melihat putranyalah yang mendapatkan trofi itu ke tanah air lagi," kata Berry.
Β 

9. Berry Angriawan

Bulutangkis sudah lekat dengan Berry Angriawan sejak balita. Maklum, ada lapangan bulutangkis di depan rumah.

Jalan lapang untuk menjadi pemain profesional terbuka ketika ada salah seorang rekan ayahnya yang memberikan tawaran masuk klub di Sukabumi. Tak mau menyiakan kesempatan, sang ayah dan anak berkonspirasi untuk menerima ajakan itu.

Jembatan karier semakin terang saat lamaran Berry ke klub bulutangkis raksasa PB Djarum diterima. Oleh pelatih klub yang bermarkas di Petamburan, Jakarta PUsat itu, Berry dipasangkan dengan Mohammad Ullinuha. Tak butuh wkatu lama keduanya moncer di level nasional dalam kelompok umur mereka. "Kemudian ada seleknas 2009, kami (bersama Muhammad Ullinuha) juara dan lolos ke pelatnas," kenang dia.

Namun, prestasi Berry dan Ullinuha tak segera menunjukkan ledakan besar. Hanya ada sesekali kejutan tapi tak cukup untuk menyodok level dunia. Keduanya pun dibongkar. Berry mulai akrab dengan justru gonta-ganti pasangan.

Kini bersama Ricky Karanda, Beery mulai klop. Keduanya memang dikenal pasangan tukanng angkut air alias siap memanggul beban latihan seberapapun yang diberikan dan siap bekerja keras di setiap pertandingan.

"Ibu masih mengingat timnas mendapatkan Piala Thomas 2002. Mungkin kali ini Ibu bisa melihat putranyalah yang mendapatkan trofi itu ke tanah air lagi," kata Berry.
Β 

10. Ricky Karanda

Popularitas Ricky Karanda mulai mencuat sejak menjadi juara ganda campuran PON XXVIII/2012 di Riau. Dia mempersembahkan medali emas dari sektor ganda campuran bersama Ricky Dili Puspita.

Tapi, kariernya di level dunia bukanlah di sektor ganda campuran. Ricky dipoles untuk meneruskan jejak ganda putra. Dia berpasangan dengan Berry Angriawan saat ini.

Kesempatan membela tim nasional dalam kejuaraan beregu muncul tahun ini. Dia didapuk menjadi ganda ketiga. "Saya sudah merasa bisa lolos tim inti karena kami bermain bagus saat di Singapura 2013," kata Ricky.

Jalan sebagai pebulutangkis dunia memang sudah menjadi cita-cita Ricky. Meski keluarga besarnya bukanlah dari kalangan atlet. Ayahnya, Suwardi adalah salah satu sopir di Pikiran Rakyat. "Itu pula kenapa saya pernah jadi pemain di klub Pikiran Rakyat Tasikmalaya sebelum diambil ke PB Mutiara," ucap dia.

10. Ricky Karanda

Popularitas Ricky Karanda mulai mencuat sejak menjadi juara ganda campuran PON XXVIII/2012 di Riau. Dia mempersembahkan medali emas dari sektor ganda campuran bersama Ricky Dili Puspita.

Tapi, kariernya di level dunia bukanlah di sektor ganda campuran. Ricky dipoles untuk meneruskan jejak ganda putra. Dia berpasangan dengan Berry Angriawan saat ini.

Kesempatan membela tim nasional dalam kejuaraan beregu muncul tahun ini. Dia didapuk menjadi ganda ketiga. "Saya sudah merasa bisa lolos tim inti karena kami bermain bagus saat di Singapura 2013," kata Ricky.

Jalan sebagai pebulutangkis dunia memang sudah menjadi cita-cita Ricky. Meski keluarga besarnya bukanlah dari kalangan atlet. Ayahnya, Suwardi adalah salah satu sopir di Pikiran Rakyat. "Itu pula kenapa saya pernah jadi pemain di klub Pikiran Rakyat Tasikmalaya sebelum diambil ke PB Mutiara," ucap dia.

Halaman 2 dari 22
Tommy menjadi tunggal putra terbaik nasional tahun ini dengan ada di peringkat kelima dunia. Nama dia pun menjadi pilihan pertama mengisi jajaran tunggal putra tim inti Thomas ke New Delhi, India mulai 18-25 Mei.

Sejatinya Tommy tak benar-benar asing dengan Piala Thomas. Dia tercatat sebagai tunggal keempat Piala Thomas 2008 di Jakarta namun tak mendapatkan kesempatan tampil sekalipun. Selain Tommy, kala itu tim Merah Putih diperkuat Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso.

Kesempatan melayang dua tahun kemudian. "Tahun 2010 saya menang saat seleksi penentuan tunggal keempat tapi tak masuk tim inti," kata pemain yang besar dari PB Pelita Bakrie itu.

Tapi didapatkan lagi di Wuhan, China 2012. Tommy naik kelas ke posisi tunggal ketiga dengan tunggal pertama diisi Taufik Hidayat, Simon Santoso sebagai tunggal kedua dan Dionysius Hayom Rumbaka jadi tunggal keempat.

Kali ini, Tommy ingin membuktikan kalau bukan sekadar macan kertas. Dia ingin status tunggal pertama dengan didampingi Hayom, Simon dan Ihsan Maulana Mustofa benar-benar menjadi pembuka jalan dalam tiap pertandingan yang dilakoni di New Delhi, India.

"Saya membawa semangat untuk menyumbangkan poin buat timnas!," ujar Tommy.
Β 

Tommy menjadi tunggal putra terbaik nasional tahun ini dengan ada di peringkat kelima dunia. Nama dia pun menjadi pilihan pertama mengisi jajaran tunggal putra tim inti Thomas ke New Delhi, India mulai 18-25 Mei.

Sejatinya Tommy tak benar-benar asing dengan Piala Thomas. Dia tercatat sebagai tunggal keempat Piala Thomas 2008 di Jakarta namun tak mendapatkan kesempatan tampil sekalipun. Selain Tommy, kala itu tim Merah Putih diperkuat Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso.

Kesempatan melayang dua tahun kemudian. "Tahun 2010 saya menang saat seleksi penentuan tunggal keempat tapi tak masuk tim inti," kata pemain yang besar dari PB Pelita Bakrie itu.

Tapi didapatkan lagi di Wuhan, China 2012. Tommy naik kelas ke posisi tunggal ketiga dengan tunggal pertama diisi Taufik Hidayat, Simon Santoso sebagai tunggal kedua dan Dionysius Hayom Rumbaka jadi tunggal keempat.

Kali ini, Tommy ingin membuktikan kalau bukan sekadar macan kertas. Dia ingin status tunggal pertama dengan didampingi Hayom, Simon dan Ihsan Maulana Mustofa benar-benar menjadi pembuka jalan dalam tiap pertandingan yang dilakoni di New Delhi, India.

"Saya membawa semangat untuk menyumbangkan poin buat timnas!," ujar Tommy.
Β 

Kendati telat memulai karier bulutangkis Dionysius Hayom Rumbaka bisa mengejar prestasi di level dewasa. Faktanya, pemuda kelahiran Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut sudah mengisi tim inti pada Piala Thomas 2010.

Kala itu Hayom hanya jadi tunggal keempat. Kini, peringkatnya melejit sebagai pemain tunggal kedua nasional.

"Piala Thomas ini benar-benar mempunyai atmosfer yang berbeda. Tekanannya luar biasa. Baru jalan keluar dari ruang ganti saja rasanya sudah serba salah," kata Hayom.

Semangat apa yang membawa hayom untuk tampil habis-habsian kali ini? "Demi ibu dan ayah serta kakak yang bergantian memboncengkan saya naik vega atau sepeda motor pinjaman bolak-balik dari rumah ke klub, saya akan berjuang habis-habisan nanti," ujar pemain yang besar di PB Djarum Kudus itu.
Β 

Kendati telat memulai karier bulutangkis Dionysius Hayom Rumbaka bisa mengejar prestasi di level dewasa. Faktanya, pemuda kelahiran Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut sudah mengisi tim inti pada Piala Thomas 2010.

Kala itu Hayom hanya jadi tunggal keempat. Kini, peringkatnya melejit sebagai pemain tunggal kedua nasional.

"Piala Thomas ini benar-benar mempunyai atmosfer yang berbeda. Tekanannya luar biasa. Baru jalan keluar dari ruang ganti saja rasanya sudah serba salah," kata Hayom.

Semangat apa yang membawa hayom untuk tampil habis-habsian kali ini? "Demi ibu dan ayah serta kakak yang bergantian memboncengkan saya naik vega atau sepeda motor pinjaman bolak-balik dari rumah ke klub, saya akan berjuang habis-habisan nanti," ujar pemain yang besar di PB Djarum Kudus itu.
Β 

Simon Santoso kembali ke habitatnya dalam Piala Thomas 2014: sebagai tunggal ketiga. Sempat digadang-gadang mengisi kursi Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro sebagai pemain terbaik nasional, Simon malah dirundung malang bertubi-tubi sejak 2013. Duka menyelimuti saat ayah dia, Hosea Lim, meninggal dunia. Simon juga mulai terganggu dengan gondongan yang tak kunjung sembuh.

Pemain yang besar di PB Tangkas, Jakarta itu pun menjadi lebih sering absen sepanjang tahun itu. Termasuk saat harus mempertahankan gelar juara di Indonesia Terbuka.

Kondisi dia diperburuk dengan salah posisi tidur dan hingga memutuskan mundur sejak hari pertama. Akibatnya ranking pemain asal Tegal, Jawa Tengah itu merosot tajam.

Namun, di akhir 2013 Simon memilih mundur dari pelatnas. Tapi ledakan justru ditunjukkan ketika tampil di Malaysia Open Grand Prix Gold dengan menjadi juara dan berlanjut meraup predikat kampiun di Singapura Open. PBSI pun mempercayakan tunggal ketiga kepadanya, menggeser Sony yang punya peringkat lebih baik.

"Saya akan tampil sebaik-baiknya dan berusaha menyumbangkan poin," kata Simon sesaat setelah terpilih dalam tim inti.
Β 

Simon Santoso kembali ke habitatnya dalam Piala Thomas 2014: sebagai tunggal ketiga. Sempat digadang-gadang mengisi kursi Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro sebagai pemain terbaik nasional, Simon malah dirundung malang bertubi-tubi sejak 2013. Duka menyelimuti saat ayah dia, Hosea Lim, meninggal dunia. Simon juga mulai terganggu dengan gondongan yang tak kunjung sembuh.

Pemain yang besar di PB Tangkas, Jakarta itu pun menjadi lebih sering absen sepanjang tahun itu. Termasuk saat harus mempertahankan gelar juara di Indonesia Terbuka.

Kondisi dia diperburuk dengan salah posisi tidur dan hingga memutuskan mundur sejak hari pertama. Akibatnya ranking pemain asal Tegal, Jawa Tengah itu merosot tajam.

Namun, di akhir 2013 Simon memilih mundur dari pelatnas. Tapi ledakan justru ditunjukkan ketika tampil di Malaysia Open Grand Prix Gold dengan menjadi juara dan berlanjut meraup predikat kampiun di Singapura Open. PBSI pun mempercayakan tunggal ketiga kepadanya, menggeser Sony yang punya peringkat lebih baik.

"Saya akan tampil sebaik-baiknya dan berusaha menyumbangkan poin," kata Simon sesaat setelah terpilih dalam tim inti.
Β 

Ihsan Maulana Mustofa menjadi nama baru dalam tim Thomas. Namanya menarik perhatian sejak simulasi di Solo 26 April 2014. Ihsan mengalahkan seniornya, Sony Dwi Kuncoro.

Mengenal bulutangkis dari ayahnya, Mustofa, Ihsan sempat merasa mentok sebagai pemain tunggal. Keinginan besar sempat diusung untuk menjadi yang terbaik sejagad meski di level junior (U-19), namun Ihsan hanya membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia Junior 2013.

Pebulutangkis yang besar di PB Djarum Kudus itu digadang-gadang meneruskan jejak Taufik Hidayat. Piala Thomas menjadi batu loncatan untuk mengenal atmosfer kejuaraan level dewasa sedunia.

"Kalau saya diberi kesempatan main, saya akan sumbangkan poin untuk tim," ucap Ihsan.
Β 

Ihsan Maulana Mustofa menjadi nama baru dalam tim Thomas. Namanya menarik perhatian sejak simulasi di Solo 26 April 2014. Ihsan mengalahkan seniornya, Sony Dwi Kuncoro.

Mengenal bulutangkis dari ayahnya, Mustofa, Ihsan sempat merasa mentok sebagai pemain tunggal. Keinginan besar sempat diusung untuk menjadi yang terbaik sejagad meski di level junior (U-19), namun Ihsan hanya membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia Junior 2013.

Pebulutangkis yang besar di PB Djarum Kudus itu digadang-gadang meneruskan jejak Taufik Hidayat. Piala Thomas menjadi batu loncatan untuk mengenal atmosfer kejuaraan level dewasa sedunia.

"Kalau saya diberi kesempatan main, saya akan sumbangkan poin untuk tim," ucap Ihsan.
Β 

Besar dari keluarga bulutangkis membuat Hendra Setiawan akrab dengan olahraga tepok bulu itu sejak kecil. Ayahnya, Ferry Yugianto, memang ingin salah satu anaknya bisa menjadi juara dunia.

Tak banyak cakap, Hendra menjawab keinginan sang ayah. Malah Hendra tak hanya menjawab sekali, tapi dua kali.

Titel juara dunia disabet dia saat berpasangan dengan Markis Kido pada 2007 di Kuala Lumpur. Lima tahun kemudian gelar itu kembali didapatkan bersama Mohammad Ahsan di Guangzhou.

Kini, Hendra didapuk menjadi pilar tim Thomas. Tak cuma itu dia dipercaya menjadi kapten. Pengalaman, ketenangan dan sederet prestasi yang sudah dimiliki membuat para pemain respek dengan tiga situ.

"Saya yakin, sekarang saatnya untuk membawa pulang Piala Thomas. Kekuatan negara lain merata, jadi bukan tidak mungkin kesempatan itu ada," ujar pemilik medali emas Olimpide 2008 ganda campuran itu.
Β 

Besar dari keluarga bulutangkis membuat Hendra Setiawan akrab dengan olahraga tepok bulu itu sejak kecil. Ayahnya, Ferry Yugianto, memang ingin salah satu anaknya bisa menjadi juara dunia.

Tak banyak cakap, Hendra menjawab keinginan sang ayah. Malah Hendra tak hanya menjawab sekali, tapi dua kali.

Titel juara dunia disabet dia saat berpasangan dengan Markis Kido pada 2007 di Kuala Lumpur. Lima tahun kemudian gelar itu kembali didapatkan bersama Mohammad Ahsan di Guangzhou.

Kini, Hendra didapuk menjadi pilar tim Thomas. Tak cuma itu dia dipercaya menjadi kapten. Pengalaman, ketenangan dan sederet prestasi yang sudah dimiliki membuat para pemain respek dengan tiga situ.

"Saya yakin, sekarang saatnya untuk membawa pulang Piala Thomas. Kekuatan negara lain merata, jadi bukan tidak mungkin kesempatan itu ada," ujar pemilik medali emas Olimpide 2008 ganda campuran itu.
Β 

Mohammad Ahsan langsung dihadapkan target tinggi dalam Piala Thomas 2014. Sebagai tumpuan pertama ganda putra, bersama Hendra Setiawan, Ahsan diharapkan berperan untuk membawa pulang trofi yang sudah melayang sejak 12 tahun lalu itu.

"Saya tak menjadikan ini sebagai beban, tapi sebuah tantangan yang harus dihadapi. Dari dulu (sejak masuk platnas 2006) juga sudah ditarget melulu," ucap pebulutangkis yang memulai karier di PB Pupuk Sriwijaya Palembang itu.

Dalam dua kali Piala Thomas sebelumnya, Ahsan memang belum didapuk sebagai ganda pertama. Pada 2010 dia "mendadak" dipasangkan dengan pemain ganda campuran Nova Widianto.

Dua tahun kemudian barulah Ahsan duet dengan pasangan yang sebenarnya, Bona Septano, tapi bukan jadi ganda pertama. Kala itu Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi ganda terbaiknya.

Satu semangat besar dibawa Ahsan untuk kedua orang tua yang sudah mengenalkan dia kepada bulutangkis dan terus menyuntikkan semangat. "Kalau ingat dulu naik angkutan umum, sampai dua kali satu kali jalan, rasanya trofi itu memang layak untuk didapatkan," ucap Ahsan.

Mohammad Ahsan langsung dihadapkan target tinggi dalam Piala Thomas 2014. Sebagai tumpuan pertama ganda putra, bersama Hendra Setiawan, Ahsan diharapkan berperan untuk membawa pulang trofi yang sudah melayang sejak 12 tahun lalu itu.

"Saya tak menjadikan ini sebagai beban, tapi sebuah tantangan yang harus dihadapi. Dari dulu (sejak masuk platnas 2006) juga sudah ditarget melulu," ucap pebulutangkis yang memulai karier di PB Pupuk Sriwijaya Palembang itu.

Dalam dua kali Piala Thomas sebelumnya, Ahsan memang belum didapuk sebagai ganda pertama. Pada 2010 dia "mendadak" dipasangkan dengan pemain ganda campuran Nova Widianto.

Dua tahun kemudian barulah Ahsan duet dengan pasangan yang sebenarnya, Bona Septano, tapi bukan jadi ganda pertama. Kala itu Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi ganda terbaiknya.

Satu semangat besar dibawa Ahsan untuk kedua orang tua yang sudah mengenalkan dia kepada bulutangkis dan terus menyuntikkan semangat. "Kalau ingat dulu naik angkutan umum, sampai dua kali satu kali jalan, rasanya trofi itu memang layak untuk didapatkan," ucap Ahsan.

Kecintaan Rian Agung Saputro kepada bulutangkis bermula dari sekadar hobi. Hanya ikut-ikutan nonton dan bermain bulutangkis di halaman depan rumah, Rian mulai bergabung dengan PB Seribu Karanganyar, Jawa Tengah.

PMS Solo jadi klub keduanya. Bertahan satu tahun, putra pasangan Mariadi dan Sri Sudariatmi itu pindah ke klub Golden Star. "Waktu itu main bulutangkis buat hobi saja, tidak berniat jadi juara," kata Rian.

Terlanjur suka, bolak-balik Karanganyar-Solo sepulang sekolah selalu dijalani Rian dengan bersemangat. Jalan terbuka ketika ada pemandu bakat dari klub Banjarmasin, Kalimantan Selatan Bina Benua memintanya bergabung. Belum mengalami perkembangan prestasi, klub itu malah bubar.

Rian pun hijrah ke Pandu Siwi yang juga masih di Banjarmasin. Mulai kerap tampil di sirkuit nasional, jalan Rian tak mulus. Dia justru sulit menyodok babak perempatfinal. Keputusasaan mulai datang, pikiran untuk berhenti dan bekerja apa saja mulai hinggap.

Momentum didapatkan saat Samarinda menjadi tuan rumah Popnas 2008. Dia didapuk menjadi ganda mewakili Kalsel. Seorang pelatih PB Jaya Raya Suryanaga Aji Santoso (alm) melihat bakatnya. Dia pun diminta untuk bergabung.

Dari sana jalan menuju pelatnas terbuka. Rian pun menjadi salah satu ganda putra yang diharapkan bisa meneruskan dominasi ganda putra Merah Putih dalam persaingan dunia. "Untung saya tak jadi berhenti main bulutangkis. Kalau tidak saya tak akan pernah merasakan kebanggaan dan dagdigdug-nya membela timnas," kata Rian.
Β 
Β 

Kecintaan Rian Agung Saputro kepada bulutangkis bermula dari sekadar hobi. Hanya ikut-ikutan nonton dan bermain bulutangkis di halaman depan rumah, Rian mulai bergabung dengan PB Seribu Karanganyar, Jawa Tengah.

PMS Solo jadi klub keduanya. Bertahan satu tahun, putra pasangan Mariadi dan Sri Sudariatmi itu pindah ke klub Golden Star. "Waktu itu main bulutangkis buat hobi saja, tidak berniat jadi juara," kata Rian.

Terlanjur suka, bolak-balik Karanganyar-Solo sepulang sekolah selalu dijalani Rian dengan bersemangat. Jalan terbuka ketika ada pemandu bakat dari klub Banjarmasin, Kalimantan Selatan Bina Benua memintanya bergabung. Belum mengalami perkembangan prestasi, klub itu malah bubar.

Rian pun hijrah ke Pandu Siwi yang juga masih di Banjarmasin. Mulai kerap tampil di sirkuit nasional, jalan Rian tak mulus. Dia justru sulit menyodok babak perempatfinal. Keputusasaan mulai datang, pikiran untuk berhenti dan bekerja apa saja mulai hinggap.

Momentum didapatkan saat Samarinda menjadi tuan rumah Popnas 2008. Dia didapuk menjadi ganda mewakili Kalsel. Seorang pelatih PB Jaya Raya Suryanaga Aji Santoso (alm) melihat bakatnya. Dia pun diminta untuk bergabung.

Dari sana jalan menuju pelatnas terbuka. Rian pun menjadi salah satu ganda putra yang diharapkan bisa meneruskan dominasi ganda putra Merah Putih dalam persaingan dunia. "Untung saya tak jadi berhenti main bulutangkis. Kalau tidak saya tak akan pernah merasakan kebanggaan dan dagdigdug-nya membela timnas," kata Rian.
Β 
Β 

Penantian lima tahun itu akhirnya terjawab. Angga masuk tim inti Piala Thomas untuk pertama kalinya sejak masuk pelatnas Cipayung pada 2009.

"Dua tahun lalu pasangan saya (Rian Agung Saputro) dipanggil tapi saya tidak disertakan. Sekarang saatnya pembuktian buat kami berdua layak jadi ganda kedua nasional," kata Angga.

Sebelum masuk Cipayung, Angga adalah pebulutangkis Pusdiklat Jaya Raya Jakarta. Tiket ke klub yang bermarkas di kawasan Ragunan itu didapatkan dari rekan ayahnya. Kebetulan orang tua Angga hobi bermian bulutangkis.

"Sampai ke sini berkat bapak. Beliau yang sering ngajak saya main bulutangkis dan nonton pertandingan apapun, tingkat RT sampai di Istora," kata Angga.
Β 

Penantian lima tahun itu akhirnya terjawab. Angga masuk tim inti Piala Thomas untuk pertama kalinya sejak masuk pelatnas Cipayung pada 2009.

"Dua tahun lalu pasangan saya (Rian Agung Saputro) dipanggil tapi saya tidak disertakan. Sekarang saatnya pembuktian buat kami berdua layak jadi ganda kedua nasional," kata Angga.

Sebelum masuk Cipayung, Angga adalah pebulutangkis Pusdiklat Jaya Raya Jakarta. Tiket ke klub yang bermarkas di kawasan Ragunan itu didapatkan dari rekan ayahnya. Kebetulan orang tua Angga hobi bermian bulutangkis.

"Sampai ke sini berkat bapak. Beliau yang sering ngajak saya main bulutangkis dan nonton pertandingan apapun, tingkat RT sampai di Istora," kata Angga.
Β 

Bulutangkis sudah lekat dengan Berry Angriawan sejak balita. Maklum, ada lapangan bulutangkis di depan rumah.

Jalan lapang untuk menjadi pemain profesional terbuka ketika ada salah seorang rekan ayahnya yang memberikan tawaran masuk klub di Sukabumi. Tak mau menyiakan kesempatan, sang ayah dan anak berkonspirasi untuk menerima ajakan itu.

Jembatan karier semakin terang saat lamaran Berry ke klub bulutangkis raksasa PB Djarum diterima. Oleh pelatih klub yang bermarkas di Petamburan, Jakarta PUsat itu, Berry dipasangkan dengan Mohammad Ullinuha. Tak butuh wkatu lama keduanya moncer di level nasional dalam kelompok umur mereka. "Kemudian ada seleknas 2009, kami (bersama Muhammad Ullinuha) juara dan lolos ke pelatnas," kenang dia.

Namun, prestasi Berry dan Ullinuha tak segera menunjukkan ledakan besar. Hanya ada sesekali kejutan tapi tak cukup untuk menyodok level dunia. Keduanya pun dibongkar. Berry mulai akrab dengan justru gonta-ganti pasangan.

Kini bersama Ricky Karanda, Beery mulai klop. Keduanya memang dikenal pasangan tukanng angkut air alias siap memanggul beban latihan seberapapun yang diberikan dan siap bekerja keras di setiap pertandingan.

"Ibu masih mengingat timnas mendapatkan Piala Thomas 2002. Mungkin kali ini Ibu bisa melihat putranyalah yang mendapatkan trofi itu ke tanah air lagi," kata Berry.
Β 

Bulutangkis sudah lekat dengan Berry Angriawan sejak balita. Maklum, ada lapangan bulutangkis di depan rumah.

Jalan lapang untuk menjadi pemain profesional terbuka ketika ada salah seorang rekan ayahnya yang memberikan tawaran masuk klub di Sukabumi. Tak mau menyiakan kesempatan, sang ayah dan anak berkonspirasi untuk menerima ajakan itu.

Jembatan karier semakin terang saat lamaran Berry ke klub bulutangkis raksasa PB Djarum diterima. Oleh pelatih klub yang bermarkas di Petamburan, Jakarta PUsat itu, Berry dipasangkan dengan Mohammad Ullinuha. Tak butuh wkatu lama keduanya moncer di level nasional dalam kelompok umur mereka. "Kemudian ada seleknas 2009, kami (bersama Muhammad Ullinuha) juara dan lolos ke pelatnas," kenang dia.

Namun, prestasi Berry dan Ullinuha tak segera menunjukkan ledakan besar. Hanya ada sesekali kejutan tapi tak cukup untuk menyodok level dunia. Keduanya pun dibongkar. Berry mulai akrab dengan justru gonta-ganti pasangan.

Kini bersama Ricky Karanda, Beery mulai klop. Keduanya memang dikenal pasangan tukanng angkut air alias siap memanggul beban latihan seberapapun yang diberikan dan siap bekerja keras di setiap pertandingan.

"Ibu masih mengingat timnas mendapatkan Piala Thomas 2002. Mungkin kali ini Ibu bisa melihat putranyalah yang mendapatkan trofi itu ke tanah air lagi," kata Berry.
Β 

Popularitas Ricky Karanda mulai mencuat sejak menjadi juara ganda campuran PON XXVIII/2012 di Riau. Dia mempersembahkan medali emas dari sektor ganda campuran bersama Ricky Dili Puspita.

Tapi, kariernya di level dunia bukanlah di sektor ganda campuran. Ricky dipoles untuk meneruskan jejak ganda putra. Dia berpasangan dengan Berry Angriawan saat ini.

Kesempatan membela tim nasional dalam kejuaraan beregu muncul tahun ini. Dia didapuk menjadi ganda ketiga. "Saya sudah merasa bisa lolos tim inti karena kami bermain bagus saat di Singapura 2013," kata Ricky.

Jalan sebagai pebulutangkis dunia memang sudah menjadi cita-cita Ricky. Meski keluarga besarnya bukanlah dari kalangan atlet. Ayahnya, Suwardi adalah salah satu sopir di Pikiran Rakyat. "Itu pula kenapa saya pernah jadi pemain di klub Pikiran Rakyat Tasikmalaya sebelum diambil ke PB Mutiara," ucap dia.

Popularitas Ricky Karanda mulai mencuat sejak menjadi juara ganda campuran PON XXVIII/2012 di Riau. Dia mempersembahkan medali emas dari sektor ganda campuran bersama Ricky Dili Puspita.

Tapi, kariernya di level dunia bukanlah di sektor ganda campuran. Ricky dipoles untuk meneruskan jejak ganda putra. Dia berpasangan dengan Berry Angriawan saat ini.

Kesempatan membela tim nasional dalam kejuaraan beregu muncul tahun ini. Dia didapuk menjadi ganda ketiga. "Saya sudah merasa bisa lolos tim inti karena kami bermain bagus saat di Singapura 2013," kata Ricky.

Jalan sebagai pebulutangkis dunia memang sudah menjadi cita-cita Ricky. Meski keluarga besarnya bukanlah dari kalangan atlet. Ayahnya, Suwardi adalah salah satu sopir di Pikiran Rakyat. "Itu pula kenapa saya pernah jadi pemain di klub Pikiran Rakyat Tasikmalaya sebelum diambil ke PB Mutiara," ucap dia.

(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads