Kompak Mengejar Angkat Trofi Pertama

Jelang Piala Thomas-Uber

Kompak Mengejar Angkat Trofi Pertama

- Sport
Jumat, 16 Mei 2014 10:15 WIB
Kompak Mengejar Angkat Trofi Pertama
Ahsan/Hendra (detiksport/rengga)
Jakarta - Tim Thomas 2014 memasuki generasi baru. Hendra Setiawan yang didapuk sebagai kapten tim optimistis target untuk membawa pulang trofi Piala Thomas.

Sudah 12 tahun lamanya tim Piala Thomas lepas dari tangan Indonesia. kali ini PP PBSi mematok target juara. Menilik skuat yang ada, susunan para pemain tak hanya menunjuk mereka yang berpengalaman.

Tersingkirnya Sony Dwi Kuncoro dan munculnya Ihsan Maulana Mustofa yang masih berusia 18 tahun menjadi salah satu indikasi. Di atas kertas Sony lebih meyakinkan dengan ada di urutan ke-20 dunia. Dia juga kaya pengalaman. Tapi Sony kerap diundung cedera belakangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, Ihsan belum pernah sekali pun tampil di ajang Grand Prix Gold dan kejuaraan dengan level di atasnya. Ranking dunianya juga masih ada di urutan ke-198.

Tak hanya Ihsan yang menjadi pemain muda. Jika disimak, para pemain yang mengisi tim Thomas kali ini tak satupun berusia 30 tahun. Hendra menjadi pemain paling gaek dengan usia 29 tahun dan sembilan bulan.

Rataan usia para pemain dalam tim ini juga masih cukup muda. Tim ini masih berusia 24 tahun.

Melihat pengalaman para pemain, tak ada satupun pemain yang pernah merasakan jadi juara Thomas. Tim ini benar-benar menjadi generasi baru yang tak terbebani euforia masa lalu. Semua mempunyai semangat yang sama: mengejar pengalaman pertama Piala Thomas.

"Saya tidak khawatir. Manajer dan pelatih sudah menentukan nama-nama terbaik maka tim ini adalah tim yang terbaik," kata Hendra.

Dua tahun lalu, tim Thomas masih menyisakan pemain dari tim juara 2002. Di dalam tim itu terdapat nama Taufik Hidayat. Usai tersingkir dari ajang itu Taufik tak memungkiri jika dia merasa lelah dengan beban yang diberikan PP PBSI.

Mantan pemain Haryanto Arbi juga mendukung susunan pemain dalam tim Thomas kali ini. Dia menyimpan harapan Hendra dkk. bisa mengulang sukses 2002.

"Ini tim terbaik yang kita punya. Mereka dipilih melalui pengamatan dan evaluasi para manajer dan pelatih. Kombinasi pemain senior dan muda bagus," kata Arbi.

"Kalau disimak, kekuatan tim lain juga tak bagus-bagus amat. Semua rata di semua nomor. Kalau kita mau bekerja lebih keras dari yang lain, mudah-mudahan ini saatnya," ucap Arbi.



(fem/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads