Sebelum tim inti Thomas Uber ditentukan, PP PBSI sudah membuat kejutan ketika menunjuk manajer tim. Mantan pemain era 1970-an Christian Hadinata dan Imelda Wiguna-lah yang dipercaya.
"Saya sendiri tak menyangka. Wong kami ini sudah masuk museum kok dikeluarkan lagi," kata Imelda kemudian tertawa.
Begitulah jawaban Imelda di hadapan Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan, dan juga barisan pelatih, tim bayangan dan media saat ditanya reaksi pertama saat dipinang menjadi manajer tim Uber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usia Imelda memang sudah 62 tahun. Tapi bulutangkis tetaplah keseharian perempuan asal Tegal, Jawa Tengah itu. Imelda menjadi pengurus teras PB Jaya Raya Jakarta.
Tak cuma duduk-duduk di belakang meja, Imelda masih enerjik turun langsung di lapangan. Dia selalu menjadi manajer tim Jaya Raya di Superliga Badminton Indonesia.
Maka, tugas mendampingi tim Uber yang harus berlatih di dalam hal yang pengap dan panas tak bikin kaget Imelda. Seperti layaknya ibu-ibu kebanyakan, Imelda pun piawai mendekati para pemain. Kebetulan mayoritas pemain dari klub binaannya, Jaya Raya.
Uniknya Piala Thomas uber ini menjadi duet pertamanya dengan Christian sebagai sesama manajer. "Dulu-dulu pernah kerja bareng di dalam tim Uber, tapi saya manajer, Christian pelatih. Atau saya pelatih tim Uber, dia di tim Thomas," ucap Imelda.
Ya, kali ini keduanya berduet sebagai manajer. Sejatinya, nama Christian dan Imelda mulai sering disebut-sebut kembali saat Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir sukses membawa pulang kembali gelar juara All England 2012. Gelar juara yang pernah didapatkan Christian/Imelda baru terulang lagi 33 tahun kemudian.
Tapi gelar Imelda di sektor ganda putri dalam turnamen bulutangksi tertua itu belum terpecahkan. Imelda yang berpasangan dengan Verawati Fajrin mendapatkannya di tahun 1979.
Senada, Christian tak menduga dipanggil kembali ke PBSI. Serentetan kegiatan mulai dari pemanggilan tim, karantina dan simulasi serta latihan intensif di Cipayung pun dilakoni Christian dengan antusias.
Christian hadir sejak start latihan pagi 07.30 hingga 11.00 WIB setiap hari. Tak cuma duduk-duduk, suami Okke Anwar itu juga mengenakan celana pendek dan T-shirt lengkap dengan raketnya. Dia menjadi sparring partner sektor ganda. Dua lawan satu.
"Terakhir ini saya sudah kembali ke klub, eh pada akhir Maret dihubungi oleh PBSI untuk jadi manajer," kata Christian.
Pria kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 64 tahun silam itu tak langsung mengiyakan permintaan PBSI. Dia minta waktu untuk berpikir lebih dulu. Christian terkejut ketika dalam perjalannya Imelda-lah yang dipasang sebagai manajer tim Uber.
"Kalau dikait-kaitkan prestasi di All England dulu, dengan saya dan Imelda jadi juara, semoga saja itu bisa terulang!" ucap Christian.
(fem/a2s)











































